KKM 76 UNIBA Dampingi UMKM Dompet Kulit dalam Pembuatan Akun Marketplace

Muhammad Azam Askarulloh Mahasiswa Sistem Informasi pada Universitas Bina Bangsa. baru mulai menekuni dunia penulisan sebagai sarana untuk menyampaikan analisis dan pandangan terhadap isu-isu aktual. Melalui platform Kumparan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Azam Askarulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (14/8/2025).
Mereka melaksanakan program pendampingan digitalisasi pemasaran untuk UMKM Dompet Kulit milik Pak Romli, melalui pembuatan akun WhatsApp Business dan pendaftaran toko di marketplace Shopee.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja bidang UMKM KKM 76 yang berfokus pada peningkatan daya saing pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi.
Tujuan utama program ini adalah membantu UMKM merambah pasar digital, sehingga produk-produk lokal tidak hanya dikenal di tingkat desa atau kabupaten, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pembeli dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Proses pendampingan dimulai dengan pembuatan akun WhatsApp Business yang dilengkapi katalog produk dompet kulit hasil karya Pak Romli.
Katalog tersebut menampilkan beragam model dompet, informasi harga, serta fitur komunikasi langsung antara penjual dan calon pembeli. Hal ini memudahkan pelanggan dalam memilih produk sekaligus melakukan pemesanan.
Setelah itu, tim KKM 76 juga membantu Pak Romli membuat dan mengatur akun marketplace di Shopee. Tahapan ini mencakup pengunggahan foto produk dengan kualitas terbaik, penulisan deskripsi yang informatif sekaligus menarik, pengaturan sistem pembayaran yang aman, hingga pengaturan metode pengiriman agar dapat menjangkau pembeli dari berbagai wilayah.
Pak Romli, selaku pemilik usaha, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan.
“Dulu saya hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pembeli dari sekitar desa saja. Sekarang, dengan adanya akun WhatsApp Business dan Shopee ini, saya berharap dompet kulit buatan saya bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai ke luar daerah. Terima kasih kepada adik-adik KKM 76 yang sudah membantu sampai tuntas,” ujarnya dengan nada haru.
Sementara itu, Mercy, salah satu anggota bidang UMKM KKM 76, menegaskan bahwa digitalisasi pemasaran adalah langkah penting bagi keberlangsungan usaha.
“Di era sekarang, pemasaran online bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami ingin membantu UMKM seperti milik Pak Romli ini agar tidak tertinggal dan mampu bersaing dengan produk lain di marketplace. Harapannya, akun yang sudah dibuat ini dapat terus aktif digunakan dan menjadi pintu rezeki baru,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi Pak Romli, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Desa Babakan Jaya untuk mulai memanfaatkan teknologi digital.
Dengan adanya akun WhatsApp Business dan Shopee, diharapkan UMKM Dompet Kulit Babakan Jaya dapat meningkatkan penjualan, membangun branding yang lebih kuat, serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Langkah kecil yang dilakukan KKM 76 ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan terobosan yang nyata.
Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kunci untuk membuka peluang baru dan memperkuat ekonomi desa di tengah tantangan persaingan pasar yang semakin ketat.
