Konten dari Pengguna

KKM 76 UNIBA Dukung UMKM Dompet Kulit melalui Pemasangan Spanduk Promosi

Muhammad Azam Askarulloh

Muhammad Azam Askarulloh

Muhammad Azam Askarulloh Mahasiswa Sistem Informasi pada Universitas Bina Bangsa. baru mulai menekuni dunia penulisan sebagai sarana untuk menyampaikan analisis dan pandangan terhadap isu-isu aktual. Melalui platform Kumparan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Azam Askarulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anggota bidang ekonomi bersama bapak Romli pelaku usaha UMKM dompet desa Babakan Jaya
zoom-in-whitePerbesar
Anggota bidang ekonomi bersama bapak Romli pelaku usaha UMKM dompet desa Babakan Jaya

Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perekonomian lokal melalui kegiatan pemasangan spanduk promosi untuk usaha dompet kulit milik Pak Romli, salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Babakan Jaya pada Kamis (14/8/2025).

Pemasangan spanduk ini menjadi bagian dari program kerja bidang UMKM yang bertujuan meningkatkan visibilitas serta daya jual produk unggulan desa. Pemasangan tersebut dilakukan di depan rumah sekaligus toko dompet kulit milik Pak Romli, yang berlokasi di Kampung Pasepatan.

Sebelumnya, usaha tersebut tidak memiliki papan atau spanduk penanda, sehingga banyak warga maupun pengendara yang melintas tidak mengetahui keberadaan toko tersebut. Promosi hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut, yang tentu saja memiliki jangkauan terbatas.

Maka dari itu, mahasiswa KKM berinisiatif membuat spanduk untuk usaha Pak Romli. Spanduk baru ini dirancang dengan desain modern, menggunakan perpaduan warna cerah yang menarik perhatian.

Selain menampilkan foto-foto produk yang dibuat langsung oleh Pak Romli, spanduk tersebut juga mencantumkan informasi kontak pemesanan sehingga calon pembeli dapat dengan mudah menghubungi penjual.

Hasil pemasangan spanduk promosi UMKM

Harapannya, strategi promosi sederhana ini dapat memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di wilayah desa, tetapi juga hingga luar daerah.

Pak Romli, selaku pengrajin sekaligus pemilik usaha dompet kulit, mengaku sangat terbantu dengan adanya dukungan dari mahasiswa KKM UNIBA.

"Selama ini saya hanya mengandalkan pelanggan tetap dan promosi lewat tetangga. Dengan adanya spanduk ini, orang yang lewat bisa langsung tahu kalau di sini ada usaha dompet kulit. Saya sangat berterima kasih, semoga penjualan semakin meningkat," ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Nina, penanggung jawab bidang UMKM KKM 76 UNIBA, menjelaskan bahwa pemasangan spanduk ini merupakan langkah strategis yang meskipun sederhana, memiliki dampak signifikan bagi pengembangan usaha lokal.

"Spanduk ini tidak hanya sebagai penanda lokasi, tetapi juga sebagai media promosi yang mampu menarik pelanggan baru. Kami ingin UMKM seperti usaha Pak Romli bisa dikenal lebih luas dan memiliki daya saing di pasaran," jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi positif antara akademisi dan pelaku UMKM dalam mengembangkan ekonomi desa.

Mahasiswa KKM tidak hanya memberikan bantuan secara fisik berupa spanduk, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam memahami pentingnya branding dan promosi yang tepat sasaran.

Dengan dukungan berkelanjutan, produk lokal seperti dompet kulit buatan Pak Romli diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Babakan Jaya.