KKM 76 UNIBA Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Pembuatan Tong Sampah
Tulisan dari Muhammad Azam Askarulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melaksanakan sebuah program sosial bertajuk "Aksi Nyata Peduli Lingkungan".
Program ini diwujudkan melalui inisiatif pembuatan dan penempatan tong sampah di tiga titik strategis, yaitu di area masjid, mushola, dan pertigaan jalan utama desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang Sosial dan Budaya, yang bertujuan untuk mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.
Ketiga lokasi tersebut dipilih karena merupakan tempat dengan intensitas aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, namun masih minim sarana pengelolaan sampah yang memadai.
Proses pembuatan tong sampah dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Mahasiswa dan warga bekerja sama dalam merancang serta memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan dan mudah ditemukan di sekitar desa, seperti drum bekas, kayu palet, dan cat daur ulang.
Hal ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menjadi bentuk nyata penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability).
Selain menempatkan tong sampah, Kelompok 76 juga mengadakan sesi edukasi singkat kepada warga sekitar.
Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, serta menyadarkan masyarakat akan dampak negatif dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, baik terhadap kesehatan maupun lingkungan hidup.
Nabil, Penanggung jawab bidang sosial dan budaya KKM 76, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi merupakan upaya untuk menanamkan kebiasaan positif dan nilai kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat desa.
“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan. Dengan menyediakan fasilitas sederhana seperti tong sampah di lokasi yang tepat, kami ingin mempermudah masyarakat dalam menjaga lingkungan. Harapannya, tong-tong sampah ini bisa terus dimanfaatkan dalam jangka panjang, bahkan setelah masa KKM kami selesai,” ungkapnya.
Respon masyarakat terhadap program ini sangat positif. Warga menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat berlanjut dan diperluas ke titik-titik lain di desa.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik berupa tong sampah, tetapi juga turut serta dalam menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya bersih.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran pemuda dalam pembangunan desa dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun memiliki dampak yang besar dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.

