Mahasiswa KKM 76 UNIBA Pasang PJU Berbasis Photocell di Desa Babakan Jaya

Muhammad Azam Askarulloh Mahasiswa Sistem Informasi pada Universitas Bina Bangsa. baru mulai menekuni dunia penulisan sebagai sarana untuk menyampaikan analisis dan pandangan terhadap isu-isu aktual. Melalui platform Kumparan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Azam Askarulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menerapkan Photocell pada Penerangan Jalan Umum di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten
Dalam upaya mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat sekaligus mendorong efisiensi energi di ruang publik, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melaksanakan program pemasangan sistem photocell pada penerangan jalan umum (PJU) di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten.
Teknologi photocell ini dirancang untuk mengotomatisasi proses menyalanya dan padamnya lampu jalan berdasarkan intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Dengan sistem ini, lampu akan menyala secara otomatis ketika malam tiba dan mati kembali saat pagi hari, tanpa perlu pengoperasian manual.
Selain memudahkan, teknologi ini juga terbukti hemat energi, efisien, serta sangat relevan untuk diaplikasikan di wilayah pedesaan yang memerlukan solusi praktis namun berdampak nyata.
Sebagai tahap awal, tiga titik utama dipilih sebagai lokasi pemasangan PJU dengan sistem photocell. Titik-titik tersebut berada di sekitar Balai Desa, Jalan Kampung Pasepatan, dan Jalan Kampung Lebe.
Lokasi ini dinilai strategis karena menjadi jalur dengan aktivitas warga yang cukup padat pada malam hari, namun sebelumnya penerangan di area tersebut masih sangat terbatas.
Proses pemasangan dilakukan dengan semangat gotong royong, melibatkan mahasiswa KKM dengan dukungan dari pihak PLN, dukungan tersebut mencakup bantuan teknis, mulai dari penempatan panel, penyambungan instalasi sesuai prosedur keselamatan kerja, hingga pengujian fungsi MCB. Perangkat MCB berperan sebagai pelindung rangkaian listrik dari risiko arus berlebih maupun korsleting, sehingga keandalan sistem penerangan dapat terjaga.
Kolaborasi ini meliputi pengadaan material, instalasi MCB, instalasi lampu, pemasangan sistem photocell, hingga pengecekan fungsinya agar dapat bekerja secara optimal. Setiap tahap dikerjakan dengan teliti, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh warga dalam jangka panjang.
Tidak hanya berhenti pada pemasangan, Kelompok 76 juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai cara kerja photocell, manfaatnya dalam penghematan energi, serta pentingnya menjaga dan merawat fasilitas penerangan.
Edukasi ini diharapkan membuat masyarakat merasa memiliki dan turut bertanggung jawab atas keberlangsungan fasilitas tersebut.
Fahmi, selaku Koordinator Program Kerja Bidang Teknologi Tepat Guna (TTG), menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan teknologi sederhana untuk menjawab kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap penerangan ini bisa menunjang aktivitas warga di malam hari, meningkatkan keamanan, sekaligus menjadi contoh kecil bahwa teknologi dapat diaplikasikan secara efektif di desa,” ujarnya.
Sambutan hangat datang dari warga Desa Babakan Jaya. Banyak yang merasa terbantu karena kini jalanan lebih terang dan aman, terutama bagi anak-anak sekolah, pedagang, dan jamaah yang sering beraktivitas pada malam hari. Suasana malam pun menjadi lebih hidup, dengan rasa aman yang meningkat di antara warga.
Melalui program ini, Kelompok 76 Universitas Bina Bangsa sekali lagi membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan desa.
Mereka hadir tidak hanya membawa gagasan, tetapi juga melakukan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, memberikan sentuhan teknologi sederhana yang membawa perubahan berarti di kehidupan sehari-hari.
