Konten Media Partner

Banjir Meluap, Ular dan Kelabang Hantui Korban Banjir

Babel Hitsverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah seorang warga sedang membuang ular yang masuk saat banjir melanda.
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang warga sedang membuang ular yang masuk saat banjir melanda.

Banjir yang terjadi di Kota Pangkalpinang yang diakibatkan hujan dengan itensitas tinggi dan durasi selama dua jam membuat warga cemas akan air yang akan merusak perabotan dan elektroniknya.

Selain cemas akan rusak perabotan dan peralatan elektroniknya, warga juga merasa dihantui oleh binatang yang ditakuti manusia karena berbisa seperti ular dan kelabang atau lipan yang keluar dari habitatnya karena sarangnya terkena dampak banjir.

Seperti di Cafe Lada Hitam, Kota Pangkalpinang ini, seorang pemuda menemukan ular yang sering disebut warga sekitar ular tepung ari, yang diyakini memiliki bisa yang vatal jika terkena gigitannya.

"Biasa bang, kalau hujan lebat dan banjir, ular maupun kelabang keluar semua, ini ular tepung ari kalau kita panggilnya, katanya berbisa, tadi sempat terkejut juga takut dipatuk," katanya kepada Babelhits, Sabtu (14/12/2019).

Khawatir jadi korban, ular tersebut langsung dieksekusi agar tak mematuk orang lain. "Langsung dibunuh bang, karena bahaya takut orang lain yang kena patuk," imbuhnya.

Selain itu, warga Kelurahan Rawa Bangun, Kota Pangkalpinang mengalami hal yang sama, namun binatang tersebut bukan ular berbisa, yakni kelabang atau lipan yang dikenal sangat berbahaya jika terkena gigitannya yang berbisa.

"Lipan banyak keluar dari sampah, got, hingga tumpukan barang bekas kalau sedang banjir, karena daerah sini terbilang banyak Lipan, kalau digigitnya bisa bahaya pak, bisa bengkak besar tangan atau kaki kita" ungkap Endang kepada Babelhits.