kumparan
3 Mar 2019 21:18 WIB

Danau Kaolin, Lobang Tambang yang Mempesona

Danau Kaolin di Desa Nibung Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung yang merupakan salah satu destinasi wisata.(foto:babelhits)
PANGKALPINANG, babelhits.com -- Bangka Belitung tidak hanya kaya dengan wisata pantai, namun memiliki keindahan alam lainnya, salah satunya, Danau Kaolin. Sebuah danau bekas penambangan pasir timah yang tak kalah indahnya dengan Danau Kawah Putih di Ciwidey, Jawa barat.
ADVERTISEMENT
Jika kawah putih Ciwidey terbentuk dari bekas letusan Gunung Merapi, kawah putih Bangka Belitung terbentuk dari bekas galian tambang timah yang mengandung kaolin puluhan tahun silam.
Danau Kaolin Bangka Belitung kini begitu mendunia. Hamparan air berwarna biru dengan dikelilingi timbunan pasir putih yang tampak menjulang membentuk bukit bukit kecil, bagaikan tumpukkan salju. Menambah keindahan yang mampu menghipnotis pengunjungnya.
Selain memiliki spot foto yang cantik, lokasi Danau Kaolin juga sudah dilengkapi parkiran yang teduh serta warung yang menjajakan makanan ringan.
Danau Kaolin terletak di Desa Nibung Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah dengan jarak tempuh 70 kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Tak ada sarana tranportasi khusus ke sana, para pengunjung bisa menggunakan kendaraan rental yang banyak terdapat di Kota Pangkalpinang.
ADVERTISEMENT
Salah satu pengunjung asal Sumatera Selatan, Rizky mengaku takjub saat memandang keindahan Danau Kaolin ini.
"Sangat bagus, katanya ini bekas galian tambang, gak nyangka bisa seindah dan sebagus ini. Saya ke sini lantaran penasaran melihat foto IG teman," ujar Rizky saat berada di areal sekitar danau.
Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitug, Rusni Budiati, menjelaskan Danau Kaolin bukan terbentuk dari tambang kaolin, tetapi akibat dari penambangan timah yang didalamnya mengandung unsur mineral lainnya.
"Di Babel banyak sekali kolong, bekas penambang timah, yang kemudian menjadi menarik lantaran perubahan warna air kolong yang disebabkan oleh mineral lain. Kandungan mineral itu menimbulkan warna yang indah, seperti hijau, biru," tukas Rusni.(*)
ADVERTISEMENT
Penulis: tim babelhits
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan