News
·
28 Juni 2021 11:40
·
waktu baca 2 menit

Pengoplosan Jadi Salah Satu Sebab Langkanya Gas Melon di Pangkalpinang

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
Pengoplosan Jadi Salah Satu Sebab Langkanya Gas Melon di Pangkalpinang (77856)
searchPerbesar
Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M Adi Putra.
Terbongkarnya komplotan pengoplos LGP ukuran 12 kilogram oleh Unit II Tipiter Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang, jadi salah satu penyebab langkanya gas melon di masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Maka wajar saja tabung gas melon sering langka di masyarakat kecil, karena disalahgunakan oleh oknum pelaku usaha pengoplos tabung gas ini," ungkap Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M Adi Putra, Senin (28/6).
AKP Adi Putra menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pelaku usaha yang nakal sehingga menyebabkan masyarakat kecil jadi rugi.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar memberikan informasi ketika mengetahui atau melihat tindakan-tindakan oknum yang kerap menyalahgunakan gas LPG 3 kilogram atau gas melon.
Sebelumnya diberitakan, Unit II Tipiter Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang dibantu Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang berhasil menangkap kawanan pengoplos gas elpiji subsidi Sabtu (26/6/2021)
Ketika dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk memindahkan isi LPG dari tabung gas 3 kilogram ke dalam tabung gas ukuran 12 kilogram.
ADVERTISEMENT
Dalam penangkapan ini, juga diamankan barang bukti berupa satu unit obeng, satu pisau gagang kayu, 140 karet gas warna merah didalam kaleng, 407 buah karet Gas berwarna merah di dalam kantong,
Juga turut diamankan 4 stik, 30 buah segel katup pengaman tabung gas 3 KG bekas merek LPG Pertamina warna putih, 11 tabung gas merk LPG 12 Kg dalam keadan kosong, 6 tabung gas merk LPG 12 KG dalam keadaan berisi, serta barang bukti lainnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020