Konten Media Partner

Puluhan Siswi SMP di Bangka Barat Mengalami Kesurupan Massal

Babel Hitsverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Orang Kesurupan (Foto: www.rumahberhantu.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Orang Kesurupan (Foto: www.rumahberhantu.com)

Puluhan Siswi SMP Negeri 4 Desa Belo Laut Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, mengalami kesurupan di saat jam sekolah sedang berlangsung, Selasa (11/02/2020).

Salah satu pegawainya Wendi membenarkan hal itu yang terjadi sebelum pukul 13.30 WIB dan pada saat istirahat kedua usai.

Wendi mengungkapkan ada sekitar 20 siswi kelas 9 mengalami kesurupan massal yang dipicu terlebih dahulu oleh 2 orang siswi.

Sementara itu salah seorang guru yang tidak mau identitasnya diungkapkan menceritakan secara detail kejadian kesurupan massal yang dialami pihak sekolahnya.

"Pertama, setelah istirahat pertama ada satu dua siswa kita tangani terus kita pulangkan, rupanya anaknya balik lagi, kami kaget kenapa balik lagi, kami pulangkan karena gak mau nyebar, mungkin karena orang tua dirumah tidak ada, jadi dia balik lagi," ungkapnya.

"Nah pas dia balik lagi menjelang istirahat kedua mulai puncaknya, kami tadi nanganin sampai jam satu lah dibantu warga setempat juga," tambahnya.

Pada saat kejadian pihak guru melakukan penanganan di dua lokasi yakni, untuk siswi yang beragama Islam dibawa ke mushola dan untuk yang non-muslim ditangani di salah satu kelas.

"Ini namanya kejadian yang tidak inginkan padahal tadi semua berjalan normal. Intinya semua tidak masalah semua sudah diatasi pihak guru," jelas sang guru.

Lingkungan sekolah sepi usai semua murid dipulnagkan.

"Dan buat orang tua jangan khawatir, kami tetap mengupayakan itu yang terbaik lah untuk anak-anak, kami juga memastikan anak-anak pulang dengan baik, kami akan antar satu-satu, kita tidak menginginkan itu, bukan hanya di sini biasanya kejadian seperti ini, jadi untuk orang tua jangan takut lah kita pasti mengupayakan itu," ucapnya.

Dirinya mengatakan Akibat kejadian itu juga pihak sekolah memberhentikan bimbel yang sebenarnya akan dilaksanakan.

"Yang ngerasuk itu minta diliburkan dulu tapi yang lain tetap jalan seperti biasa Yasinan dulu, tetap sekolah seperti biasa cuman ada beberapa yang orang tuanya minta izin untuk tidak masuk dulu," tandasnya.