Konten dari Pengguna

10 Alasan Mengapa Pemilih Makanan Sangat Lazim Ditemukan pada Balita

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

10 Alasan Mengapa Pemilih Makanan Sangat Lazim Ditemukan pada Balita
zoom-in-whitePerbesar

Seorang bayi berusia tujuh bulan melahap semua yang dihidangkan padanya. Namun, pada saat usianya 18 bulan, dia memutuskan bahwa dia hanya mau makan biskuit. Mengapa ini bisa terjadi?

Tidak semua balita adalah pemilih makanan, tetapi menurut para ahli itu adalah fenomena umum. Pilih-pilih makanan dapat termasuk menyukai rasa tertentu (biasanya manis) dan/atau menolak makanan baru.

Berikut adalah 10 alasan mengapa begitu banyak balita memilih-milih makanan yang mereka konsumsi:

1. Gen: Beberapa orang cenderung secara genetis menolak rasa tertentu. Dalam hal ini, pilih-pilih makanan juga sering terlihat pada masa bayi.

2. Pemrograman biologis: Balita yang menyukai makanan manis atau menolak makanan baru mungkin merupakan mekanisme perlindungan bawaan yang tersisa dari masa pemburu-pengumpul. Saat itu, memiliki “gigi manis” (sweet tooth) menarik mereka ke makanan kaya energi, mudah dicerna seperti buah. Selain itu, hanya makan hal-hal yang sudah diketahui membuat mereka merasa aman dari menelan sesuatu yang berpotensi beracun ketika mereka belajar cara berjalan dan memberi makan diri sendiri.

3. Kurang merasa lapar: Selama tahun pertama kehidupan, bayi tumbuh pesat. Setelah usia satu tahun, pertumbuhannya melambat, demikian pula dengan nafsu makannya.

4. Ada banyak gangguan di sekitarnya saat makan: Balita belajar banyak keterampilan baru yang menyenangkan, seperti berjalan, berbicara, dan naik tangga. Hal ini dapat menyebabkan dia tertarik melakukan hal lain selama waktu makan.

5. Hanya ingin makan makanan yang dikenalnya: Semua keterampilan menyenangkan yang mereka pelajari juga mewakili waktu perubahan yang intens. Dengan begitu banyak hal yang terjadi, balita mungkin merasa terhibur dengan makan hal-hal yang akrab bagi mereka.

6. Keinginan untuk mandiri: Balita dapat memberi makan diri mereka sendiri sehingga lebih mudah bagi mereka untuk memilih apa yang harus dimakan daripada ketika ibu mereka memegang kendali memberi makan. Mereka juga menyukai kesempatan untuk mengatakan tidak, yang dapat mereka lakukan tanpa henti pada waktu makan.

7. Mencari perhatian: Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam keluarga dengan tingkat disfungsi tinggi makan lebih sedikit, mungkin karena menolak makanan meningkatkan interaksi dengan orang tua.

8. Memberontak: Mungkin terlihat sangat menggoda untuk menyuap balita yang pilih-pilih dengan hidangan penutup, atau tidak membiarkannya meninggalkan meja sampai dia makan sejumlah makanan tertentu. Taktik ini cenderung menjadi bumerang karena membuatnya lebih pilih-pilih makanan.

9. Meniru orang lain: Jika ibu, ayah, atau kakaknya mengerutkan hidung dan menggelengkan kepala ketika ditawari makan sayuran, si Kecil dapat melakukan hal yang sama.

10. Masalah pemrosesan sensorik: Makan adalah pengalaman yang sangat menstimulasi untuk anak kecil. Sebagian besar anak menikmati mencicipi makanan dan merasakan tekstur, konsistensi, dan suhu yang berbeda di mulut mereka. Namun, anak-anak dengan masalah pemrosesan sensorik dapat menolak jenis makanan tertentu hanya karena mereka merasa kewalahan untuk memakannya. Jika Moms curiga ini mungkin menjadi alasan si Kecil pemilih makanan, hubungi dokter anak