Konten dari Pengguna

10 Cara Menstimulasi Indra Pendengaran si Kecil

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

10 Cara Menstimulasi Indra Pendengaran si Kecil

Si Kecil dapat mendengar sejak dini bahkan sebelum dia lahir. Bahkan, pendengarannya hampir sepenuhnya berkembang pada saat dia dilahirkan. Inilah 10 cara terbaik untuk menstimulasi indra pendengaran yang harus Moms ketahui.

1. Bicaralah pada jabang bayi semenjak masih di dalam kandungan. Pendengarannya mulai berkembang antara 23 minggu dan 27 minggu kehamilan. Pada mulanya, dia akan menghabiskan hampir sepanjang hari mendengar detak jantung, suara perut, dan suara Moms saat Moms menjalani kegiatan sehari-hari.

2. Bayi baru lahir akan mengenali suara ibunya. Si Kecil akan tahu dan menyukai suara Moms sejak dia dilahirkan. Sejak dia pertama kali dapat mendengar di dalam rahim Moms, dia akan mendengarkan Moms berbicara. Setelah dia lahir, dia bahkan dapat mengenali suara-suara lain yang dia dengar di dalam rahim.

3. Cobalah berbicara dengan nada suara tinggi. Nada suara itu akan datang dengan sendirinya ketika Moms menempatkan wajah Moms dekat dengan si Kecil. Dia suka ketika Moms berbicara dengan nada tinggi, buka mulut Moms lebar-lebar dan berhentilah sejenak untuk memberikan kesempatan padanya untuk mengambil giliran berbicara. Ini akan membantu pemahaman awal si Kecil tentang berbicara. Tak lama kemudian, si Kecil akan pandai menggerakkan bibirnya dan mengoceh bersama Moms.

4. Di dalam rahim, si Kecil bisa mendengar detak jantung Moms, itulah sebabnya dia suka berada di dekat Moms ketika dia lahir. Suara berulang lainnya mungkin juga memiliki efek menenangkan. Banyak ibu menghadirkan white noise untuk membuat anak-anak mereka tertidur. White noise ini bisa berasal dari irama mesin cuci yang mantap, dengung pengering rambut atau penyedot debu.

5. Sekitar usia tiga bulan, si Kecil mungkin mulai melatih pita suaranya dengan mengoceh. Balas kembali celotehannya! Ini akan mendorongnya untuk mencoba berbicara lebih banyak dan dia akan senang mendengarkan suara yang Moms buat. Dia bahkan mungkin mencoba meniru suara-suara tersebut.

6. Seorang bayi tidak pernah terlalu muda untuk mendengar cerita. Kebanyakan dari mereka senang mendengar cerita yang sama berulang kali. Si Kecil akan terpesona oleh suara Moms, bahkan jika dia tidak mengerti apa yang Moms katakan.

7. Dari usia empat bulan, si Kecil akan bereaksi dengan penuh semangat terhadap suara. Dia mungkin akan tersenyum ketika mendengar suara Moms. Dia mungkin mulai memperhatikan mulut Moms dengan saksama ketika Moms berbicara dan mencoba untuk meniru Moms mengucapkan suara konsonan seperti suara “m” dan “b”.

8. Pada usia enam atau tujuh bulan, si Kecil akan menyadari dari mana suara itu berasal, dan dia akan dengan cepat memalingkan wajahnya ke suara baru. Dia juga akan bisa menanggapi suara yang sangat pelan, selama dia tidak terganggu.

9. Setelah si Kecil cukup umur dan mulai mengerti sebab akibat, dia akan senang menciptakan suara baru dengan memukul-mukul peralatan masak atau makan. Dia mungkin menikmati bermain drum mainan ketika berusia 10 bulan atau lebih. Moms dapat membantu merangsang pendengarannya dengan menunjukkan kepadanya suara yang berbeda dan bagaimana caranya membuat suara tersebut.

10. Mainkan suara yang dia nikmati. Ketika si Kecil semakin besar, Moms akan melihat bahwa dia mengembangkan selera untuk suara-suara tertentu. Dia akan mulai tahu apa yang dia suka dan tidak suka. Perhatikan apa yang dia suka dan mainkan suara-suara yang memberikan kesenangan sesering mungkin.

Itulah 10 cara menstimulasi indra pendengaran si Kecil sejak dini.