10 Gejala Penyakit Radang Panggul

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Konten dari Pengguna
3 Juli 2019 18:16
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

10 Gejala Penyakit Radang Panggul

ADVERTISEMENT
10 Gejala Penyakit Radang Panggul (496830)
zoom-in-whitePerbesar
Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease) adalah sebuah infeksi yang menyerang serviks, uterus, tuba falopi, dan ovarium. Penyakit ini biasanya diderita wanita berusia 15-24 tahun yang aktif secara seksual. Penyakit ini dapat menyebabkan infertilitas, nyeri panggul kronis, dan kehamilan ektopik.
ADVERTISEMENT
Sepuluh gejala penyakit radang panggul adalah sebagai berikut. Jika ada gejala yang mirip dengan apa yang Moms rasakan, Moms harus segera menghubungi dokter atau mengunjungi ruang gawat darurat.

Gejala penyakit radang panggul

1. Nyeri pada perut bawah
Gejala paling umum dari penyakit radang panggul adalah nyeri di bagian perut bawah. Jika Moms merasakan tekanan tumpul atau rasa sakit kram lebih hebat, perlu diwaspadai bahwa Moms mungkin terjangkit infeksi ini. Apabila PID sudah mencapai tahap akut, rasa sakit semakin menjadi-jadi sehingga Moms mungkin tidak dapat berdiri.
2. Nyeri panggul saat melakukan hubungan seksual
Nyeri saat berhubungan intim adalah tidak normal. Beberapa wanita mungkin merasa malu untuk menyebutkan rasa sakit seksual kepada dokter mereka karena khawatir bahwa rasa sakit tersebut karena psikologis dan bukan fisik. Padahal, nyeri panggul saat berhubungan seks adalah gejala umum dari PID. Meski begitu, hubungan seks yang menyakitkan juga bisa disebabkan oleh kondisi dan penyakit lain.
ADVERTISEMENT
3. Nyeri punggung bawah
Nyeri punggung bagian bawah yang ringan di sekitar waktu haid bisa jadi adalah gejala PMS normal. Akan tetapi, jika Moms mengalami rasa sakit sepanjang siklus menstruasi, atau rasa sakit itu sangat intens selama menstruasi, Moms harus memeriksakannya ke dokter. Gejala lain yang mungkin muncul adalah sakit punggung di sekitar ginjal atau hati.
4. Pendarahan menstruasi tidak teratur
Pendarahan yang lebih berat daripada biasanya atau bercak di antara siklus bisa jadi adalah gejala PID. Jika Moms mengalami pendarahan hebat sehingga harus mengganti pembalut setiap jam selama lebih dari dua atau tiga jam, segera hubungi dokter.
5. Keputihan yang tidak biasa
Keputihan yang sangat berat, memiliki bau yang tidak menyenangkan atau mencurigakan, atau warna yang tidak biasa dapat mengindikasikan infeksi dan kemungkinan merupakan gejala PID. Bau mungkin lebih buruk setelah melakukan hubungan seksual. Infeksi vagina yang tidak segera diobati dapat menyebabkan PID.
ADVERTISEMENT
6. Urin yang tidak biasa atau masalah dengan buang air kecil
PID dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak biasa dari uretra. Sering buang air kecil, perasaan terbakar saat buang air kecil, dan kesulitan buang air kecil bisa menjadi gejala PID. Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih berulang, PID atau bakteri yang terkait dengan PID mungkin menjadi penyebabnya.
7. Gejala seperti flu
Penyakit radang panggul dapat menyebabkan gejala seperti flu, termasuk kelelahan, kedinginan, demam ringan atau tinggi, kelemahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan perasaan tidak nyaman yang umum.
8. Masalah perut termasuk diare dan muntah
Moms mungkin juga mengalami rasa kurang nafsu makan, muntah, atau diare. Jika muntah sangat parah atau persisten, segera hubungi dokter.
ADVERTISEMENT
9. Infertilitas
Sekitar 10 hingga 15% wanita dengan PID menjadi tidak subur. Bahkan jika Moms sudah dirawat karena penyakit radang panggul, atau Moms telah menerima pengobatan untuk penyakit menular seksual, Moms masih mungkin mengalami kemandulan.Perawatan antibiotik hanya menyembuhkan infeksi. Antibiotik tidak dapat membatalkan kerusakan pada tuba falopi Moms. Beberapa wanita hanya akan menemukan bahwa mereka memiliki PID setelah pengujian untuk infertilitas.
10. Tidak ada gejala
Tidak jarang seseorang yang terkena PID tidak merasakan tanda-tanda atau gejala luar. Moms hanya dapat mengetahui bahwa Moms menderita PID setelah didiagnosis dengan infertilitas. PID adalah penyebab umum tersumbatnya saluran tuba. Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan PID. Sementara sekitar 1 juta wanita didiagnosis mengidapnya setiap tahun, setengah dari wanita itu mengatakan mereka tidak pernah mengalami gejala apa pun.
ADVERTISEMENT
Jika Moms mencurigai bahwa Moms mungkin telah tertular atau terkena penyakit menular seksual, atau pasangan Moms telah didiagnosis mengidapnya, hubungi dokter.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020