Konten dari Pengguna

15 Kondisi Medis Umum Penyebab Kemandulan Pria

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

15 Kondisi Medis Umum Penyebab Kemandulan Pria

Kemandulan pada pasangan suami istri didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan meskipun mereka telah sering melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama setahun lebih. Dalam lebih dari sepertiga kasus, kemandulan pria menjadi penyebabnya.

Fertilitas pria adalah sebuah proses yang kompleks. Agar berhasil membuahi pasangan, seorang pria harus memproduksi sperma yang sehat, sperma harus dapat berhasil dibawa ke semen, semen harus mengandung cukup sperma, dan sperma harus berfungsi baik dan mampu bergerak (memiliki motilitas normal).

Masalah dengan infertilitas pria bisa disebabkan oleh banyak hal.

13 penyebab kemandulan pria dari segi medis:

1. Varicocele yaitu pembengkakakn pembuluh darah yang mengeringkan testis. Penyebab varicocle tidak diketahui namun ada anggapan bahwa suhu testis abnormal merupakan biang keladi varicocle. Akibatnya, akan ada penurunan kualitas sperma.

2. Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma atau kesehatan sperma atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi jalannya sperma. Ini termasuk radang epididimis (epididimitis) atau testis (orkitis) dan beberapa infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV. Meskipun beberapa infeksi dapat menyebabkan kerusakan testis permanen, sperma sering masih bisa diambil.

3. Ejakulasi retrograde terjadi ketika semen memasuki kandung kemih selama orgasme. Seharusnya, semen muncuk dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan ejakulasi retrogade, termasuk diabetes, cedera tulang belakang, obat-obatan, dan operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

4. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat ejakulasi semen, meskipun mereka masih menghasilkan sperma. Seringkali dalam kasus ini sperma masih dapat diambil untuk digunakan dalam teknik reproduksi dengan bantuan.

5. Tubuh pria penderita mempunyai antibodi anti-sperma. Antibodi tersebut secara keliru mengidentifikasikan sperma sebagai zat berbahaya dan berusaha untuk menghilangkannya.

6. Kanker dan tumor yang tidak ganas dapat memengaruhi organ reproduksi pria secara langsung melalui kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi, misalnya kelenjar pituitari atau melalui penyebab yang tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, operasi, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor dapat mempengaruhi kesuburan pria.

7. Pada beberapa pria, selama perkembangan janin satu atau kedua testis gagal turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Kesuburnya yang menurun lebih cenderung dialami pria dengan kondisi ini.

8. Infertilitas dapat disebabkan oleh kelainan pada testis itu sendiri atau kelainan yang memengaruhi sistem hormon lainnya termasuk hipotalamus, hipofisis, kelenjar tiroid, dan kelenjar adrenal. Testosteron rendah (hipogonadisme pria) dan masalah hormonal lainnya memiliki sejumlah kemungkinan penyebab mendasar mengapa seorang pria mandul.

9. Cacat tubulus yang mengangkut sperma : banyak tabung yang berbeda membawa sperma. Mereka dapat diblokir karena berbagai penyebab, termasuk cedera yang tidak disengaja dari operasi, infeksi sebelumnya, trauma atau perkembangan abnormal, seperti dengan cystic fibrosis atau kondisi yang diturunkan serupa.

10. Penyumbatan dalam organ-organ seksual pria seperti di dalam testis, di dalam tabung yang mengalirkan testis, di epididimis, di vas deferens, dekat saluran ejakulasi, atau di uretra.

11. Cacat kromosom seperti sindrom Klinefelter (pria dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y) menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi pria. Sindrom genetik lain yang terkait dengan infertilitas termasuk cystic fibrosis, sindrom Kallmann dan sindrom Kartagener.

12. Masalah dengan hubungan seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, hubungan seksual yang menyakitkan, kelainan anatomi seperti lubang uretra di bawah penis (hipospadia), atau masalah psikologis atau hubungan yang mengganggu seks.

13. Penyakit celiac yaitu gangguan pencernaan yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap gluten. Untuk mengobatinya, penderita dianjurkan untuk diet bebas gluten.

14. Obat-obatan tertentu. Terapi penggantian testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), obat antijamur tertentu, beberapa obat maag dan obat lain tertentu dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

15. Operasi sebelumnya dapat mencegah pria untuk ejakulasi. Operasi yang dimaksud termasuk vasektomi, pembedahan prostat, perbaikan hernia inguinalis, pembedahan skrotum atau testis, dan pembedahan perut besar yang dilakukan untuk kanker testis dan dubur. Dalam kebanyakan kasus, pembedahan dapat dilakukan untuk membalikkan penyumbatan ini atau mengambil sperma langsung dari epididimis dan testis.