Konten dari Pengguna

2 Kali Hamil 2 Kali Merasakan Tanda Kehamilan yang Berbeda

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

2 Kali Hamil 2 Kali Merasakan Tanda Kehamilan yang Berbeda
zoom-in-whitePerbesar

Dua kali hamil, 2 kali juga merasakan bahagianya mengetahui tanda-tanda kehamilan. Sayangnya hamil yang pertama dinyatakan BO (Blighted Ovum) merupakan kehamilan yang tidak mengandung embrio meskipun telah terjadi pembuahan di dalam rahim. Dan hamil kedua Alhamdulillah lancar normal seperti hamil pada umumnya. Tanda-tanda kehamilan dari dua kali hamil itu pun berbeda.

Tanda-tanda hamil BO (Blighted Ovum)

<ul>

  • Mood swing

  • Mudah lelah (dulu saya pikir karena kondisi saya masih bekerja) bahkan sering pingsan

  • Sering pusing kleyengan, mual dan muntah

  • Tidak mau makan nasi

  • Sering kram perut dan sering kembung

  • Sering buang air kecil dan konstipasi

  • Tapi tidak ada perubahan pada tubuh

2 Kali Hamil 2 Kali Merasakan Tanda Kehamilan yang Berbeda (1)
zoom-in-whitePerbesar

Tanda-tanda hamil kedua yang normal

<ul>

  • Bawaanya males gerak

  • Sering buang air kecil

  • Kram perut dan kembung

  • Sering gatal-gatal (kulit seperti lebih sensitif)

  • Mendadak hidung meler padahal tidak sedang flu (setelah saya cari tahu ternyata hal ini disebabkan meningkatnya jumlah hormon di dalam tubuh, yang menyebabkan peradangan di beberapa jaringan terutama jaringan pernapasan).

  • Perubahan pada payudara (payudara jadi lebih padat, sensitif, dan lebih kencang. Puting lebih menonjol serta berwarna lebih gelap)

  • Nah yang paling beda dari kehamilan pertama yaitu keluar bercak darah seperti mau haid tapi sedikit dan tidak berkelanjutan.

Nah itulah tanda-tanda kehamilan yang saya alami. Jadi menurut saya, tanda-tanda kehamilan setiap wanita bisa jadi berbeda-beda. Karena tubuh manusia selalu menunjukkan respon yang tidak selalu sama dengan orang lain ketika mengalami sesuatu hal.

Semoga bermanfaat.

By: Ratna Sari Nur Holik

Copyright by Babyologist