Konten dari Pengguna

3 Cara Mengatasi Anak Panas Tinggi dan Kejang

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi anak panas tinggi dan kejang memang harus selalu diketahui serta dipahami. Kejang yang terjadi pada anak saat demam atau step selain membuat orang tua khawatir jugasangat berbahaya. Moms perlu mengetahui cara untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Jangan panik

Jika si Kecil mengalami panas tinggi, demam, dan kejang-kejang, Moms harus tetap tenang dan tidak panik.Moms harus segera pindahkan si Kecil ke tempat yang aman.Jauhkan dia dari barang-barang yang berbahaya, pecah belah, sumber listrik dan benda tajam.

Kendorkan pakaian si Kecil

Setelah memindahkan si kecil ke tempat yang aman, segera kendorkan pakaiannya yang terasa ketat terutama di sekitar leher.Kemudian, miringkan dia supaya minuman atau makanan yang ada dalam mulut keluar dan dia tidak tersedak.

Hindari memasukkan apapun ke dalam mulut si Kecil dan jangan menahan tangan atau kaki dengan paksa saat terjadi kejang.Ada risiko patah tulang jika si Kecil dipindah secara paksa saat dia sedang kejang.

Ukur suhu tubuh si Kecil

Cara mengatasi anak panas tinggi dan kejangberikutnya yaitu segera ukur suhu tubuhnya dan amati seberapa lama kejang yang terjadi. Catat apa saja yang terjadi saat si Kecil mengalami kejang. Informasi tersebut sangat berguna bagi dokter.

Mengenal Ciri-ciri Kejang pada Anak dan Kategorinya

Ciri-ciri Kejang pada Anak

Gejala kejang pada anak sangat beragam. Gejala kejang ringan misalnya menatap sambil melotot. Sementara itu, gerakan tubuh yang menyentak dengan hebat dan otot menjadi kencang dan kaku adalah gejala kejang berat.

Pada umumnya, anak yang kejang akan mengeluarkan keringat berlebih dan hilang kesadaran. Suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat Celcius. Terkadang, kejang-kejang membuatnya keluar busa dari mulut, terlihat mengantuk, dan tertidur.

 

Penyebab Kejang

Penyebab pasti dari kejang demam belum diketahui. Akan tetapi, sebagian besar dari kasus kejang demam masih berhubungan erat dengan demam tinggi akibat infeksi telinga, infeksi virus flu, cacar air, dan radang amandel.

Selain itu, kejang juga relatif terjadi pasca imunisasi DPT/Td dan MMR. Meskipun demikian, vaksin bukanlah hal yang menyebabkan terjadinya kejang demam pada anak. Dia bisa kejang karena efek samping demam yang dialaminya. Kejang demam juga dapat disebabkan karena faktor genetik yang meningkatkan kecenderungan terjadinya hal tersebut.

 

Kategori Kejang Demam pada Anak

Kategori pertama yaitu kejang demam sederhana biasanya terjadi dengan durasi beberapa detik atau kurang dari 15 menit. Selain itu, kejang tersebut terjadi pada seluruh bagian tubuh dan tidak akan terulang lagi setelah 24 jam.

Sedangkan kategori kedua kejang demam adalah kejang demam kompleks yang terjadi lebih dari 15 menit. Kejang demam kompleks hanya terjadi pada salah satu bagian tubuh dan dapat berulang dalam waktu 24 jam.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist