3 Permainan Menarik untuk Si Kecil Usia 23 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
3 Permainan Menarik untuk Si Kecil Usia 23 Bulan
Balita usia 23 bulan biasanya suka menirukan orang tuanya baik perkataan maupun perbuatan. Moms mungkin akan sering melihatnya pura-pura sibuk melakukan sesuatu dan tidak mau diganggu. Dia juga sudah tertarik untuk bersosialisasi saat melihat anak-anak sebayanya. Mungkin, dia akan mengutarakan emosinya dengan marah-marah. Meski begitu, Moms tidak boleh memarahinya. Coba berikan pengertian dan dorongan untuk berbuat positif.
Selain perkembangan emosional, si Kecil juga mengalami perkembangan fisik terutama motorik yang pesat.
Moms dapat mendorong perkembangannya dengan mengajaknya bermain tiga permainan berikut:
1. Menggulirkan berbagai macam benda
Moms membutuhkan bola tenis, gulungan tisu toilet, mobil-mobilan, atau apa saja yang bisa digulirkan. Moms juga membutuhkan benda yang memiliki permukaan rata dan panjang untuk tanjakan seperti papan kayu, buku bersampul tebal, dan nampan yang dibalik. Buatlah lintasan lereng dari papan kayu.
Jika lintasan sudah selesai dibuat, minta si Kecil untuk menggulirkan benda-benda ke lereng tersebut. Moms dapat menjelaskan kepadanya bahwa segala sesuatunya harus berbentuk bulat agar dapat bergulir. Lalu, minta dia untuk menemukan beberapa benda lain yang dapat digulirkan. Moms juga dapat mengajarkan bentuk seperti persegi tidak dapat bergulir di lereng, dan sebagainya.
Jika Moms menghendaki variasi mainan, buatlah terowongan panjang alih-alih lereng. Moms dapat menggunakan kardus panjang seperti yang ada di dalam gulungan kertas pembungkus sebagai terowongan.
2. Menyuapi boneka kesayangan
Membiarkan si Kecil “menyuapi” boneka kesayangan mereka adalah cara terbaik baginya untuk belajar memberi makan dirinya sendiri. Kemampuan ini juga mengembangkan keterampilan motorik halus, imajinasi, empati, dan makan sendiri. Untuk melakukan permainan ini, Moms memerlukan mangkuk, sendok, waslap, empeng, dan boneka favorit si Kecil.
Tempatkan boneka di kursi atau di mana saja yang mudah dijangkau si Kecil. Keluarkan mangkuk dan sendok. Jelaskan pada si Kecil bahwa bonekanya lapar. Dia mungkin dapat membantu Moms memutuskan jenis makanan yang akan “dimakan” bonekanya. Dorong dia untuk berbicara dengan bonekanya sambil memberinya makan. Setelah itu, jangan campuri urusannya memberi makan bonekanya.
Ketika si Kecil sudah selesai bermain, pujilah dia. Kemudian, minta dia membersihkan mulut bonekanya. Kegiatan ini mungkin membuatnya lapar dan ingin ngemil. Oleh sebab itu, siapkan camilan di dekatnya.
3. Menggambar di media yang “kotor”
Menggambar adalah salah satu kegiatan positif untuk mengembangkan indra peraba dan penglihatan. Ini juga menguatkan keterampilan pra-menulis. Biarkan si Kecil meniru terlebih dahulu sebelum dapat menyalin. Ajarkan cara menggambar garis vertika mulai dari atas ke bawah, garis horizontal dari kiri ke kanan, lingkaran, persegi, dll. Moms dapat menggunakan berbagai media taktil seperti pasir, saus, cat, tepung, beras, atau krim cukur untuk menggambar. Setelah kegiatan selesai, ajarkan cara memberesi alat dan bahan yang digunakannya lalu bersihkan atau bila perlu mandikan si Kecil. Ini juga mengajarkan kepadanya bahwa dia harus segera bebersih diri apabila terkena kotoran.
Itulah tiga kegiatan menarik yang dapat mengembangkan berbagai keterampilan terutama keterampilan motoriknya.
