Pencarian populer

4 Alasan Mengapa Susu Formula Dapat Meningkatkan Risiko Obesitas Bayi

Ilustrasi Susu Formula Foto: Shutterstock
Susu formula merupakan alternatif makanan untuk bayi ketika pada alasan tertentu, bayi tidak bisa meminum ASI. Namun tahukah, Moms, ternyata pemberian susu formula dianggap dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana diketahui, para ahli kesehatan anak merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sekitar enam bulan. Beberapa organisasi yang merekomendasikan hal ini adalah Dewan Riset Kesehatan dan Medis Nasional Australia (NHMRC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan American Academy of PediatricsI (AAP).
Organisasi tersebut juga merekomendasikan makanan padat untuk diperkenalkan setelah si Kecil berusia enam bulan. Sementara itu, menyusui harus tetap dilanjutkan setidaknya selama satu tahun.
Bayi yang tidak minum ASI berisiko lebih dapat terkena infeksi pernapasan, infeksi telinga, infeksi gastrointestinal, SIDS, dan necrotising enterocolitis pada bayi prematur. Selain itu, ketidakhadiran ASI dalam menu makanan si Kecil meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.
Ada empat alasan yang menjadi penyebabnya:
  1. Si Kecil tidak memiliki kontrol penuh atas asupannya dibandingkan dengan menyusui. Dia tidak bisa mengontrol kapan dia mengisap untuk mendapatkan kenyamanan (comfort sucking) dan mengisap untuk minum karena mengisap botol berarti mendapatkan susu meskipun saat itu si Kecil sedang tidak membutuhkannya. Aliran susu dari botol lebih cepat dan konsisten dibandingkan dengan dari payudara.
  2. Susu formula tidak mengandung leptin. Leptin adalah hormon yang membantu mengatur asupan makanan. Kurangnya leptin dari susu formula dapat mengurangi pengaturan diri bayi. Sementara itu, ASI mengandung leptin.
  3. Susu formula mengandung lebih banyak protein daripada ASI. Ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan bayi yang diberi susu formula yaitu lebih cepat daripada bayi yang menyusui. Pertumbuhan bayi yang lebih cepat dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas di kemudian hari. Jika memang Moms harus memberikan susu formula kepada si Kecil, NHMRC Australia merekomendasikan susu formula dengan kandungan protein rendah.
  4. Si Kecil mungkin merasa didorong untuk meminum habis susu dalam botol. Instruksi dalam kemasan susu formula mungkin mendorong orang tua untuk mendorong bayi mereka menghabiskan semua susu dalam botol meskipun mereka tidak membutuhkannya.
ADVERTISEMENT
Sebaiknya, Moms mengikuti beberapa tips berikut jika memang si Kecil harus minum susu formula:
  1. Memberi susu formula sesuai kebutuhan pribadi si Kecil
  2. Gunakan botol yang lebih kecil
  3. Pilih susu formula dengan kandungan protein lebih rendah
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86