Konten dari Pengguna

4 Keunggulan Puzzle Sebagai Sarana Pendukung Perkembangan si Kecil

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Keunggulan Puzzle Sebagai Sarana Pendukung Perkembangan si Kecil
zoom-in-whitePerbesar

Nancy Maldonado dalam artikel Puzzles: Set the Table for Learning mengatakan bahwa puzzle memungkinkan kesempatan bagi anak-anak untuk fokus pada kegiatan yang memiliki akhir, melengkapi gambar yang menyenangkan.

Mainan puzzle mendukung hampir setiap bidang perkembangan balita. Yang dimaksud dengan permainan puzzle ini adalah permainan puzzle tradisional, bukan digital. Puzzle digital tidak cocok untuk mendidik si Kecil karena tidak akan banyak berarti ketika si Kecil berinteraksi dengan dunia nyata yang merupakan ruang tiga dimensi.

Sebelum memberikan puzzle kepada si Kecil, Moms harus memahami tingkat kesulitan puzzle. Berikanlah puzzle yang menantang si Kecil tetapi tidak terlalu sulit sehingga dia tidak frustrasi. Memang, frustrasi dapat mengajarkan kegigihan. Akan tetapi, kadar frustrasi yang baik untuk anak kecil adalah sesedikit mungkin sesuai usianya.

4 manfaat puzzle untuk mendukung perkembangan si Kecil

1. Puzzle mendukung perkembangan kognitif anak-anak

Aktivitas bermain puzzle tradisional dapat memperkuat kesadaran spasial si Kecil. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa bermain puzzle di tahun-tahun awal kehidupan dapat meningkatkan kemampuan spasial secara signifikan di kemudian hari. Puzzle juga memupuk keterampilan mencocokkan, mengenalkan bentuk dan warna, dan untuk balita yang lebih tua mengenalkan huruf dan angka. Si Kecil akan belajar memecahkan masalah saat mencoba-coba mencocokkan kepingan puzzle. Dia tidak hanya akan mencoba mencocokkan bentuk tetapi juga memutar potongan agar pas. Terakhir, aktivitas bermain puzzle yang dilakukan secara rutin melatih kemampuan si Kecil untuk fokus dan meningkatkan kemampuan mengingatnya.

2. Puzzle mendukung perkembangan motorik kasar, motorik halus, dan koordinasi tangan-mata

Kemampuan motorik kasar diasah saat si Kecil bermain puzzle dengan kepingan berukuran besar dan permainan puzzle susun. Tangan, lengan, dan bahu si Kecil harus bergerak untuk mengambil dan mengarahkan puzzle. Setelah itu, dia akan menggunakan keterampilan motorik halusnya untuk menempatkan puzzle di tempat yang benar.

Semua jenis puzzle tradisional memberikan kesempatan pada si Kecil untuk belajar menggenggam. Puzzle-puzzle itu juga mengasah kemampuan diskriminasi visual ketika dia memperhatikan detail untuk mencocokkan potongan dengan bagian di puzzle yang tepat. Sementara matanya sibuk mencari tempat yang tepat untuk meletakkan kepingan puzzlenya, tangannya siap untuk memanipulasi kepingan (dengan membalik atau memutar) dan meletakannya di tempat yang tepat. Ini melatih komunikasi antara mata, otak, dan tangannya dan mengembangkan koordinasi tangan-mata.

3. Puzzle mendukung perkembangan kemampuan berbicara

Si Kecil memiliki kesempatan untuk belajar berbahasanya ketika mendengarkan masukan dari orang dewasa saat bermain puzzle. Aktivitas ini memperkuat kosa kata terkait bentuk, warna, dan objek-objek puzzle seperti binatang dan transportasi. Si Kecil juga dapat mengasah keterampilan berbahasa reseptifnya dengan mengikuti arahan sederhana yang Moms berikan.

4. Puzzle mendukung perkembangan emosional si Kecil

Anak-anak dapat merasakan tantangan saat bermain puzzle tradisional. Ini membantu membangun toleransi frustrasi dan kemampuan untuk mencoba lagi setelah mengalami kegagalan. Seiring waktu, kegiatan ini mengajarkan nilai kegigihan. Dia juga akan merasakan rasa pusa setelah berhasil menyelesaikan puzzle. Moms juga dapat memelihara dan mengembangkan pola pikir dengan memuji upayanya menyelesaikan puzzle.

Hal terbaik dari bermain puzzle adalah kegiatan ini bisa dilakukan oleh semua kalangan dan umur. Moms dapat memasukkan kegiatan bermain puzzle dalam setiap kegiatan si Kecil selama bertahun-tahun hingga dia dewasa. Berikan kesempatan kepada si Kecil untuk terus belajar bermain puzzle dari bentuk-bentuk sederhana, siluet, jigsaw, hingga bentuk abstrak yang disatukan oleh konsep matematika yang mencakup board game.