4 Obat Kesuburan Wanita Rekomendasi Para Ahli

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obat kesuburan adalah salah satu solusi bagi banyak pasangan yang sulit memiliki keturunan. Obat kesuburan pada wanita bekerja meningkatkan kadar hormon tertentu dalam tubuh Moms serta membantu mematangkan dan melepaskan satu atau lebih sel telur setiap bulan (ovulasi).
Untuk wanita, obat kesuburan yang paling umum digunakan adalah clomifene citrate, metforminhydrochloride, gonadotrophins, dan dopamine agonists. Keempat jenis obat ini membantu terjadinya ovulasi. Akan tetapi, untuk menentukan obat manakah yang tepat dikonsumsi, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan serta ahli kesuburan wanita.
Obat Kesuburan untuk Wanita
Clomifene citrateObat kesuburan clomifene citrate memblokir efek hormon estrogen di otak Moms. Efek ini akan menipu tubuh untuk meningkatkan kadar 2 hormon lain yang penting untuk ovulasi yaitu follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinising hormone (LH). FSH membuat telur di ovarium matang sehingga siap untuk dilepaskan. Sementara itu, LH memicu pelepasan satu atau lebih telur matang dari indung telur. Kemudian, telur turun ke salah satu saluran tuba sehingga dapat dibuahi sperma.Obat kesuburan ini biasanya berbentuk pil dan dikonsumsi selama 5 hari di awal siklus Moms hingga 6 bulan lamanya. Nama merek untuk clomifene citrate adalah Clomifene dan Clomid.
Metformin hydrochlorideMetformin hydrochloride adalah obat yang membuat tubuh lebih sensitif terhadap hormon insulin. Ini dilisensikan sebagai pengobatan untuk diabetes. Namun, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati masalah ovulasi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).Obat kesuburan ini sangat berguna untuk wanita PCOS yang mengalami obesitas karena mereka lebih cenderung memiliki masalah dengan kadar insulin. Obat ini juga berguna ketika ditambahkan ke clomifene untuk wanita yang resisten terhadap efek clomifene ketika dikonsumsi sendiri.Metformin dapat digunakan setiap hari dalam beberapa dosis. Cara kerjanya adalah menurunkan kadar insulin yang beredar dalam darah Moms. Pada gilirannya, ini dapat mengembalikan keseimbangan antara kadar testosteron dan estrogen serta membantu tubuh untuk berovulasi secara normal. Nama merek dari obat ini adalah Glucophage.
GonadotrophinsLH dan FSH adalah jenis-jenis gonadotrofin. Keduanya secara langsung merangsang indung telur untuk menghasilkan dan mematangkan telur. Obat kesuburan ini biasanya digunakan untuk wanita dengan PCOS yang belum mampu menanggapi obat lain atau untuk wanita yang menjalani IVF.Moms dapat menggunakan LH dan FSH sebagai rangkaian suntikan selama 10 hari hingga 12 hari. Suntikan ini membuat ovarium Moms mulai berkembang dan menghasilkan folikel telur. Suntikan gonadotropin akan diikuti oleh suntikan akhir hormon lain yang disebut human chorionic gonadotrophin (hCG).HCG memberitahu ovarium untuk mematangkan telur (atau telur) yang baru saja mereka kembangkan. Telur matang atau telur akan dirilis di dalam tubuh Moms atau akan diekstraksi dari ovarium dengan prosedur kecil jika Anda memiliki IVF. LH menstimulasi folikel untuk melepaskan sel telur. HCG memastikan folikel berada dalam kondisi yang tepat untuk melepaskan sel telur yang matang dan menghasilkan progesteron yang dibutuhkan untuk membantu mempertahankan kehamilan.
Di pasaran, ada beberapa nama merek untuk gonadotrofin:
<ul>
Merional dan Menopur yang mengandung FSH dan LH,
Bemfola, Fostimon, Gonal F, Pergoveris, dan Puregon yang hanya mengandung FSH, serta
Choragon, Ovitrelle, dan Pregnyl yang mengandung hCG.
</li>
Dopamine agonists
Bromocriptine dan cabergoline adalah dopamine agonists yang digunakan untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh tingginya kadar hormon yang disebut prolaktin. Kadar prolaktin yang tinggi dapat mencegah ovarium memproduksi estrogen dan juga melepaskan sel telur setiap bulan. Obat-obat ini merangsang reseptor dopamin di otak Moms dan menekan pelepasan prolaktin dari kelenjar pituitari.
Moms dapat mengambil manfaat dari bromocriptine dan cabergoline jika Moms memiliki terlalu banyak hormon prolaktin dalam tubuh. Terlalu banyak prolaktin mengurangi kadar hormon estrogen. Ini pada gilirannya menyebabkan masalah dengan ovulasi, sehingga sulit untuk hamil.
Ketika digunakan selama IVF, cabergoline juga dapat mengalami risiko sindrom hiper-stimulasi ovarium tanpa memengaruhi peluang kehamilan atau meningkatkan peluang kehamilan ganda.
Biasanya, obat ini dijual sebagai obat yang dapat ditelan. Nama merek untuk Bromocriptine adalah Parlodel dan nama merek untuk Cabergoline adalah Dostinex.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Copyright by Babyologist
