4 Penyebab Mata Bayi Berair yang Wajib Moms Tahu!

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mata berair pada bayi sering terjadi sehabis dia menangis. Namun, ada kalanya matanya berair padahal dia tidak sedang atau baru saja menangis. Moms mungkin bertanya-tanya apa sebabnya mata si Kecil berair padahal tidak menangis. Dalam istilah medis, mata berair disebut epiphora yang disebabkan karena air mata berlebihan. Ada beberapa penyebab mata berair, di antaranya:
1. Infeksi Mata
Penyebab mata berair yang pertama adalah infeksi mata. Infeksi mata dapat juga menyebabkan mata bayi bernanah dan berwarna merah. Jika si Kecil mengalami infeksi mata, dia mungkin akan rewel, merasa tidak nyaman, mengusap dan menggaruk matanya. Untuk mencegah infeksi mata pada si Kecil, jauhkan dirinya dari orang yang sedang terkena infeksi mata. Seperti diketahui, infeksi mata mudah sekali menular apalagi si Kecil belum memiliki sistem imun yang cukup untuk mencegahnya.
2. Saluran Air Mata yang Tersumbat
Penyebab mata bayi berair selanjutnya adalah saluran air mata yang tersumbat. Adanya penyumbatan di saluran air mata menyebabkan air mata tidak bisa mengalir ke rongga hidung lalu menyebabkan mata berair. Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, sekitar 20% bayi baru lahir memiliki saluran air mata yang tersumbat. Kondisi ini akan membaik ketika usia mereka 4-6 bulan.
3. Alergi
Mata bayi berair bisa disebabkan oleh alergi. Adapun alergi yang bisa memicu mata bayi berair adalah alergi debu, alergi serbuk sari, dan alergi bulu binatang terutama binatang peliharaan. Mata berair yang disebabkan oleh alergi lebih mudah diketahui daripada penyebab lainnya karena juga akan menunjukkan gejala kulit gatal-gatal dan bengkak.
4. Penyebab Lainnya
Selain beberapa penyebab mata bayi berair yang disebutkan di atas, masih ada beberapa penyebab yang harus Moms waspadai. Penyebab-penyebab lainnya misalnya polip hidung, tumor di sekitar saluran air mata, dan cedera wajah terutama di tulang di sekitar mata dan hidung.
