4 Permainan Edukatif untuk Bayi Berusia 17 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
4 Permainan Edukatif untuk Bayi Berusia 17 Bulan
Permainan edukatif selalu menjadi cara nomor satu untuk menghibur sekaligus mengajarkan hal baru kepada si Kecil. Pada usia 17 bulan, seorang balita sudah dapat menghibur dirinya sendiri untuk beberapa waktu. Dia pun sudah berkembang menjadi seseorang dengan kosa kata yang bertambah banyak dengan pesat.
Inilah empat permainan edukatif untuk bayi berusia 17 bulan yang dapat menstimulasi sistem motorik dan sensoriknya:
1. Bermain peran menjadi sopir
Keterampilan motorik halus, keterampilan berbahasa, imajinasi, dan kecintaan terhadap musik adalah beberapa keterampilan yang akan dipelajari si Kecil melalui permainan ini. Moms tidak membutuhkan alat dan bahan apa pun, hanya membutuhkan suara Moms untuk menjelaskan caranya berpura-pura mengendalikan mobil.
Duduklah di lantai menghadap si Kecil. Biarkan dia duduk atau berdiri sesuka hatinya. Secara perlahan-lahan, praktikkan cara menyetir mobil sambil bersenandung. Gerakkan tangan dengan gerakan memutar lalu melingkar. Pindahkan satu tangan ke lantai atau udara, telapak tangan menghadap ke bawah, seolah-olah Moms mendeskripsikan sebuah mobil atau bus. Lakukan juga gerakan seperti membuka tutup pintu mobil. Moms bebas untuk membuat gerakan tangan sesuai keinginan.
2. Mengejar gelembung
Moms membutuhkan sebotol sabun gelembung dan alat peniup gelembung. Ajak si Kecil ke luar ruangan seperti ke kebun atau taman. Tiup gelembung-gelembung itu dan tunjukkan kepada si Kecil cara mengejarnya dan meletuskannya. Tiuplah dengan lembut untuk membuat gelembung besar yang melayang apabila si Kecil masih belum lihai berjalan. Namun, jika si Kecil sudah bisa berlari, Moms bisa meniup dengan keras agar gelembung yang dihasilkan lebih kecil dan lebih cepat bergerak. Basahi tangan Moms agar gelembung bisa menempel di jari-jari Moms. Lihatlah betapa kagumnya si Kecil terhadap gelembung itu dan mungkin dia akan memegang-megang lalu meletuskannya. Kegiatan ini mengembangkan keterampilan motorik kasar dan koordinasi tangan-mata.
3. Eksperimen kamar mandi
Bereksperimen dengan air tidak hanya untuk mandi. Wadah plastik besar atau ember, gelas dan wadah dengan berbagai ukuran, corong, satu atau dua buah sendok adalah alat-alat yang perlu Moms siapkan untuk memulai eksperimen ini.
Masukkan si Kecil ke bak mandi kosong yang Moms tempatkan di luar ruangan. Letakkan cangkir, wadah, dan corong di luar bak mandi tetapi masih dapat dia lihat. Biarkan si Kecil menonton saat Moms mengambil air dengan satu gelas dan menuangkannya ke gelas lainnya. Dia akan cepat menangkap maksudnya dan mengambil gelas untuk menuangkannya ke bak mandi. Jelaskan bahwa wadah kecil hanya mampu menampung sedikit air, sementara wadah yang lebih besar dapat menampung lebih banyak air. Moms juga bisa menunjukkan cara mengaduk air dengan menggunakan sendok. Ingatlah untuk tetap bersamanya setiap saat karena air dalam jumlah kecil sekalipun dapat menenggelamkan anak-anak.
Eksperimen ini mengembangkan keterampilan bermain mandiri, motorik halus, observasi dan eksperimen, serta kesadaran taktik.
4. Mencetak tangan menggunakan cat warna-warni
Siapkan cat khusus anak-anak yang tidak beracun, kertas, piring atau palet cat, dan koran. Sebarkan koran di atas meja dan lantai untuk melindungi furnitur dari tetesan cat. Lalu, tuangkan cat ke palet atau piring.
Diskusikan tentang warna-warna cat yang si Kecil gunakan. Bantu dia untuk memasukkan telapak tangannya ke dalam cat dan tekan dengan lembut ke atas kertas. Jelaskan kepadanya bahwa ini adalah cetakan dari tangannya sendiri. Setelah itu, lakukan hal yang sama terhadap tangan Moms. Jelaskan bahwa karena tangan Moms lebih besar, cetakannya terlihat lebih besar pula.
Moms juga dapat mencoba mencetak kaki si Kecil. Namun, ingatlah untuk langsung membersihkannya karena bisa mengotori lantai. Kegiatan ini mengembangkan keterampilan motorik halus, keterampilan sensorik dan identifikasi warna.
Itulah empat kegiatan yang dapat Moms lakukan untuk mendorong pertumbuhan si Kecil berusia 17 bulan.
