Konten dari Pengguna

5 Faktor Penyebab Kebiasaan Berbicara Diulang-ulang

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

5 Faktor Penyebab Kebiasaan Berbicara Diulang-ulang
zoom-in-whitePerbesar

Masa-masa perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa dimulai sejak lahir. Namun, perkembangan pesat muncul di rentang usia dua hingga lima tahun. Pada masa ini, anak sedang belajar untuk menyusun kalimat. Oleh karena itu, sering dijumpai anak-anak pada umur ini sering mengulang kata-kata, sebagian, atau seluruh kalimat yang dia ucapkan.

Akan tetapi, apabila kebiasaan tersebut dibarengi dengan pengucapan yang kurang jelas atau selalu merasa tidak puas dengan apa yang disampaikan sehingga harus diulang berkali-kali, bisa jadi anak mengalami gangguan tertentu. Beberapa hal penyebab berbicara berulang-ulang adalah sebagai berikut:

Faktor kebiasaan atau faktor lingkungan

Autisme yaitu gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi interaksi sosial, perilaku, dan kemampuan berkomunikasi. Autisme dibagi menjadi dua kategori utama yaitu kategori gangguan interaksi sosial dan gangguan pola pikir.

Gagap yaitu kondisi gangguan berbicara yang ditandai dengan kesulitan mengucapkan kata-kata (mengulang-ulang atau memanjangkan suku kata).

Gangguan obsesif kompulsif (OCD) yaitu kelainan psikologi yang menyebabkan seseorang berpikiran posesif dan melakukan hal kompulsif (berulang-ulang).

Dementia (Alzheimer) adalah kondisi penurunan daya ingat hingga mencapai kondisi gangguan otak (sulit merencanakan, menalar, mempersepsi, dan berbahasa dengan benar). Kondisi ini biasanya dialami manusia usia lanjut.

Tips agar Kemampuan Berbicara dan Berbahasa si Kecil Tidak Terganggu

Memberikan asupan makanan bergizi tinggi dan sesuai usia serta kondisinya

Jangan membuat si Kecil terburu-buru saat sedang menyusun kalimat untuk berkomunikasi

Jangan membentak atau memarahi si Kecil dalam hal menyusun kalimat

Menciptakan suasana rumah kondusif termasuk pada saat berkomunikasi

Segera konsultasikan kondisi si Kecil ke dokter spesialis anak apabila kebiasaan tersebut tidak segera membaik. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut. Apabila diperlukan, dokter akan memberikan obat, terapi, atau perawatan lainnya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor