Konten dari Pengguna

5 Jenis Makanan Tinggi Kandungan Vitamin C

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

5 Jenis Makanan Tinggi Kandungan Vitamin C
zoom-in-whitePerbesar

Berbicara tentang vitamin C, biasanya orang-orang akan langsung mengidentikkannya dengan buah jeruk atau buah-buahan yang memiliki rasa asam. Padahal, makanan atau bahkan buah yang mengandung vitamin C tidak selamanya memiliki rasa asam. Faktanya, banyak sekali berbagai jenis makanan yang memiliki kandungan vitamin C selain buah jeruk.

Kekurangan vitamin C dapat memicu berbagai macam penyakit lho, Moms. Mulai dari yang biasa saja seperti sariawan, hingga yang fatal seperti meningkatkan risiko terserang stroke.

Kebutuhan vitamin C untuk anak-anak dan orang dewasa berbeda ya, Moms. Nah, untuk menghindari dampak buruk dari kekurangan vitamin C alangkah baiknya jika mengonsumsi beberapa makanan berikut yang mengandung vitamin C.

Makanan yang Mengandung Vitamin C

Di bawah ini ada beberapa jenis makanan selain buah jeruk atau buah berasa asam yang memiliki kandungan C, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Jambu biji. Buah tropis berwarna merah muda ini berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan. Sebuah jambu tunggal mengandung 126 miligram vitamin C atau 140% dari DV. Jambu sangat kaya antioksidan lycopene.

  • Paprika Kuning. Kandungan vitamin C pada paprika meningkat saat mereka matang. Satu setengah cangkir (75 gram) paprika kuning mengandung 137 miligram vitamin C atau 152% dari DV, yang dua kali lipat jumlah yang ditemukan dalam paprika hijau.

  • Blackcurrant. Satu setengah cangkir (56 gram) blackcurrant (Ribes nigrum) mengandung 101 miligram vitamin C atau 112% dari DV. Antioksidan flavonoid yang dikenal sebagai anthocyanin memberi mereka warna gelap yang pekat. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi antioksidan, seperti vitamin C dan anthocyanin, dapat mengurangi kerusakan oksidatif yang terkait penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit neurodegeneratif.

  • Peterseli. Dua sendok makan (8 gram) peterseli segar mengandung 10 miligram vitamin C mengandung 11% dari rekomendasi DV. Seiring dengan sayuran hijau lainnya, peterseli adalah sumber yang signifikan dari zat besi non-heme nabati. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Ini membantu mencegah dan mengobati anemia defisiensi besi.

  • Brokoli. Brokoli adalah sayuran silangan. Satu setengah cangkir brokoli yang dimasak mengandung 51 miligram vitamin C atau 57% dari DV.

Banyak penelitian observasional telah menunjukkan hubungan yang mungkin antara makan banyak sayuran cruciferous bervitamin C dengan efek menurunkan stres oksidatif, meningkatkan kekebalan, serta penurunan risiko kanker dan penyakit jantung. Mengonsumsi cukup vitamin C juga penting untuk kesehatan mata Anda dan dapat membantu melindungi terhadap perkembangan katarak.

Semoga bermanfaat.

---

By: Babyologist

Copyright by Babyologist