6 Alasan Mengapa Melompat Penting bagi Kemajuan Motorik Kasar si Kecil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tepat saat si Kecil mulai belajar berlari, dia mulai bereksperimen dengan melompat. Ternyata, melompat meningkatkan beberapa keterampilan yang sangat signifikan bagi perkembangan fisik si Kecil terutama keterampilan motorik kasar. Sebelum mengetahui alasan mengapa melompat penting bagi kemajuan motorik kasar si Kecil, Moms harus tahu kapan dan bagaimana dia belajar melompat.
Secara umum, balita biasanya memiliki dorongan untuk melompat saat usianya antara 16-18 bulan. Dia akan mulai melompat di tempatnya, kakinya nyaris tidak meninggalkan lantai. Lalu, dia akan melompat dari benda/permukaan rendah ke bawah, mendarat dengan kedua kakinya. Kemudian, dia akan mulai melompati benda, melompat ke depan dan akhirnya melompat dengan satu kaki.
6 alasan mengapa melompat itu penting, mendorong beberapa area pengembangan seperti:
1. Kekuatan otot
Melompat membutuhkan banyak kekuatan dan tenaga sehingga terus mengembangkan otot yang penting untuk semua gerakan motorik kasar.
2. Kekuatan tulang
Melompat memberi semacam tekanan pada tulang. Tekanan tersebut membantu tulang tumbuh dan mengeras.
3. Perencanaan dan pengurutan motorik
Melompat membutuhkan perencanaan dan pengurutan motorik yang berkelanjutan. Keterampilan ini memungkinkan manusia untuk merencanakan dan melaksanakan gerakan untuk menavigasi lingkungan dengan aman.
4. Keseimbangan
Melompat mengajarkan si Kecil menyeimbangkan tubuhnya dengan cara yang lain.
5. Kesehatan
Aktivitas fisik merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan, dan melompat adalah pusat dari banyak aktivitas fisik khas anak-anak (misalnya menari atau bermain engklek). Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak saat ini kurang aktif secara fisik yang menyebabkan kemungkinan mereka tidak menguasai kemampuan untuk melompat. Tidak menguasai kemampuan ini dapat mencegah mereka dari aktif secara fisik.
6. Interaksi sosial
Karena melompat adalah fitur utama dari permainan anak-anak, anak-anak yang tidak percaya diri melompat dapat menghindar dari kegiatan, permainan dan olahraga yang membangun keterampilan sosial yang berharga.
Jika si Kecil mendekati usia tiga tahun dan tidak dapat melompat, tidak memiliki kekuatan yang cukup di kakinya untuk turun dari tanah, sering jatuh saat melompat, hanya mendorong dari satu sisi, atau menunjukkan rasa takut yang ekstrem untuk melompat, hubungi dokter anak atau ahli terapi fisik.
