7 Makanan Sehat yang Tidak Membutuhkan Kulkas

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keinginan memperbaiki gaya hidup, khususnya pola makan, sering kali muncul ketika kita menjumpai teman yang sakit, atau ketika kita sendiri merasa sakit. Namun sayangnya, niat baik tersebut mudah sekali tergoyahkan oleh hambatan-hambatan kecil.
Betapa banyaknya di antara kita yang berpikir bahwa makan sehat itu mahal dan ribet. Lalu, bagaimana nasib anak kos dan para kaum urban yang sibuk? Tentu saja akan selalu ada solusi, karena menjaga kesehatan adalah kewajiban semua kalangan.
Ketika mendengar istilah "makanan sehat", kita akan otomatis membayangkan buah dan sayur segar. Ya, benar sekali. Aapa pun diet yang dipilih, buah dan sayur tetap menjadi inti dari makanan sehat. Untuk dapat mengonsumsi keduanya, kita dituntut untuk membelinya setiap hari atau menggunakan lemari pendingin untuk membantu memperpanjang usia buah dan sayur yang kita beli.
Lalu, bagaimana jika tidak memiliki kulkas atau lemari pendingin? Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kita jadi tidak bisa makan sehat ya, Moms! Walau buah dan sayur tidak tergantikan, tetapi makanan berikut memiliki kandungan yang dapat membantu menjaga kesehatan tanpa harus disimpan di dalam kulkas.
1. Oat
Kandungan oatmeal sangat baik untuk kesehatan. Oat kaya akan serat larut. Kandungan tersebut dapat menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan pencernaan, dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Selain itu, oat juga bisa membantu menyuburkan ASI dan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Cukup disimpan di dalam toples kedap udara dan kebutuhan serat harian pun dapat terpenuhi. Usahakan pilih oat yang utuh, bukan yang instan ya!
2. Kacang-kacangan
Pernah dengar kalau kacang adalah sahabat orang diet? Kacang memang bisa jadi makanan diet menurunkan berat badan, dengan catatan tidak digoreng, apalagi sudah jadi peyek kacang.
Apa sih keistimewaan kacang? Makanan ini merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh. Menyimpan kacang-kacangan di dapur artinya menyimpan kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan lemak baik. Ragam kacang, antara lain kacang merah, kacang tanah, kacang hijau, kacang almond dan kacang mede. Cara mengolah kacang yang sehat bisa dibuat susu kacang atau sup.
3. Biji Chia (Chia Seeds)
Biji chia populer di Indonesia karena disebut-sebut sebagai superfood. Superfood adalah makanan yang dalam jumlah sedikit tapi mengandung gizi yang sangat tinggi. Konsumsi 100 gram biji chia sudah memenuhi 91% kebutuhan serat harian. Artinya, bisa jadi obat pencahar alami! Keistimewaan tersebut didukung juga dengan kadar kalori yang tinggi di dalamnya, membuat biji chia mampu membantu program penurunan berat badan.
Selain serat, biji chia juga mengandung asam lemak omega 3 dan antioksidan. Keduanya efektif untuk mencegah kanker. Kabar baiknya lagi, biji chia cenderung hambar, jadi mudah sekali mengonsumsinya, hanya tinggal ditabur saja di makanan manis ataupun gurih, begitu pun pada minuman.
Cara termudahnya, cukup campur satu sendok teh biji chia ke dalam botol minum untuk konsumsi harian. Penting untuk membeli di toko yang terpercaya ya, Moms karena ini mirip sekali dengan biji selasih.
4. Biji Labu (Pumpkin Seeds)
Menyimpan biji labu di rumah akan membuat upaya hidup sehat menjadi lebih mudah. Ia mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang berkat kemampuannya merangsang serotonin. Kandungan yang paling tingginya adalah mineral dan zat besi.
5. Kurma
Seluruh dunia sudah mengakui bahwa kurma adalah salah satu superfood. Kurma mampu mengatasi masalah sembelit dan diabetes gestasional, yang pada umumnya mudah menyerang ibu hamil pada trimester pertama dan kedua. Selain energi, kurma juga menyumbang berbagai asupan, seperti asam folat untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat, vitamin K untuk mencegah pembekuan darah, zat besi untuk mencegah anemia, serta magnesium untuk melindungi ibu hamil dari masalah hati dan ginjal.
Bawalah kurma ke mana pun Moms pergi karena, biasanya, ibu hamil dan ibu menyusui mudah lapar. Kurma juga bisa menjadi solusi camilan sehat kala travelling sekalipun, karena menyimpannya tidak membutuhkan lemari pendingin.
6. Madu
Rasa manis alami dari madu bisa membantu mengatasi mual, sekaligus memberi energi bagi tubuh. Konsumsi madu secara rutin dipercaya mampu menguatkan kekebalan tubuh dan menjaga kecantikan kulit, bahkan baik pula untuk kebersihan kulit janin, lho. Mulai sekarang, jangan lupa stok madu di rumah ya, Moms!
7. Superfood powder
Kita amat dimudahkan dengan adanya perkembangan teknologi, termasuk teknologi mesin-mesin pengolah makanan. Dengan hadirnya mesin dehidrasi, buah dan sayur bisa dikeringkan tanpa mengurangi atau merusak kandungan gizinya. Hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha untuk membuat superfood powder, seperti bubuk kale, bubuk wortel, bubuk jamur, dan masih banyak lagi.
Keuntungannya apa saja? Pertama, karena sudah dihilangkan kandungan air di dalamnya, produk ini tahan terhadap bakteri dan jamur. Artinya, bisa awet walau disimpan di suhu ruang. Kedua, bentuknya yang bubuk memudahkan kita untuk mengonsumsinya, bisa dicampur ke dalam jus, ditabur di makanan, ataupun dibuat olahan kue. Jadi, menyelipkan asupan kaya gizi untuk anak semakin mudah tentunya. Befpergian jauh pun tidak lagi khawatir kekurangan asupan sayur.\
Jadi, beberapa kondisi seperti tempat tinggal yang terbatas, belum memiliki lemari pendingin, keterbatasan waktu untuk rutin belanja bahan segar, ataupun sedang berpergian, memang mengharuskan kita mencari alternatif kudapan yang menyehatkan tapi tetap praktis. Ketujuh makanan di atas layak ada di dapur kita. Yuk, mulai hidup sehat apa pun kondisinya!
Semoga bermanfaat.
By: Niela Himmatina
Copyright by Babyologist
