7 Tips Menjadi IRT yang Happy

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
7 Tips Menjadi IRT yang Happy
Menjadi Ibu Rumah Tangga adalah sebuah pilihan ketika memasuki kehidupan pernikahan. Pada awalnya pekerjaan ini dianggap remeh, tidak menghabiskan banyak waktu tenaga dan pikiran, namun yang terjadi berbeda dengan ekspektasi kebanyakan orang. Banyak yang belum menyadari pentingnya peran seorang ibu rumah tangga dalam menjalankan kewajiban melakukan pekerjaan rumah tangga. Menjadi Ibu rumah tangga memiliki status dan penghargaan ekonomi yang rendah dalam masyarakat karena dianggap tidak memiliki dampak langsung pada perubahan sosial dan ekonomi. Namun perlu diingat, pekerjaan ibu rumah tangga mengarah kepada keadaan kesejahteraan sebuah keluarga dalam rumah tangga.
Rasa tertekan dan stres sering kali dialami oleh seorang ibu rumah tangga dalam menjalani banyak perannya di rumah.
Seorang Ibu rumah tangga memiliki peran sebagai istri, sebagai tenaga pendidik anak-anak, sebagai pengatur rumah tangga, dan sebagai partner hidup. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa individu yang melakukan terlalu banyak tugas dalam kehidupannya, terbukti memiliki tingkat stres yang lebih tinggi (Taylor, 1995). Terkurung di dalam rumah dengan segudang pekerjaan sehari-hari yang terus berulang tanpa adanya kesempatan untuk melihat dunia luar sudah tentu akan membuat siapa pun merasa tertekan. Pemicunya bisa jadi karena seorang ibu rumah tangga terjebak dalam serangkaian aktivitas monoton yang membuat dirinya merasa tidak berguna bagi dunia bahkan kehilangan jati dirinya.
Stres yang dialami Ibu Rumah Tangga dapat dilihat dari gejala fisik, kognitif, perilaku dan afektif. Ditinjau dari gejala fisik dapat mengarah pada tingkat kesehatannya seperti sering pusing tiba-tiba atau bisa dilihat dari kualitas tidurnya.
Stres juga dapat ditinjau dari gejala kognitif misalnya intensitas seorang ibu rumah tangga dalam memikirkan pekerjaan rumah yang harus selesai. Seorang ibu rumah tangga yang stres juga bisa dilihat dari segi perilaku yang cenderung agresif dan sensitif, hal ini dapat berpengaruh pada interaksi interpersonal dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Sikap seseorang dapat dipengaruhi oleh emosi dan perasaan yang merupakan ranah dari segi afektif. Seorang ibu yang merasa tidak nyaman dengan pekerjaan rumah tangga, cenderung tidak akan menikmati hal yang dilakukannya tersebut.
Mengingat dampak yang begitu luas, seorang ibu rumah tangga bisa melakukan langkah di bawah ini sebagai upaya untuk mengurangi stres:
1. Tenangkan diri dengan berdoa
Bersama dengan si Kecil setiap hari tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Secara tak sadar, kesempatan beribadah dengan tenang sedikit terganggu. Rasa khawatir meninggalkan si Kecil tanpa pengawasan membuat ibadah menjadi terburu-buru. Luangkan waktu 1-2 jam setiap malam saat si Kecil tidur untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta, berdoa dengan tenang bisa menjadi stress-healing yang manjur dan paling mudah dilakukan.
2. Mengurangi tuntutan pada diri sendiri
Berdamai dengan diri sendiri ternyata dapat mengurangi stres. Turunkan ekspektasi, tak perlu sempurna dalam melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Kerjakan dari yang paling mudah dan menyenangkan, lalu lanjutkan pekerjaan lain bila memungkinkan. Jangan memaksakan diri bila sudah merasa lelah.
3. Me-Time
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan menekuni hobi. Terjebak dalam rutinitas yang sama setiap hari tentu akan sangat melelahkan, wajar bila perasaan jenuh datang. Melibatkan diri pada hobi bisa menjadi stress-healing yang baik, menulis, membaca, memasak, membuat prakarya, memotret, menjahit, nonton film, berkebun, menyanyi dan banyak kegiatan hobi lainnya yang bisa dilakukan di rumah.
Selain melakukan hobi, kegiatan 'merawat diri' bisa dimasukkan dalam kategori ini. Waktu yang habis tersita dalam mengurus pekerjaan rumah dan membesarkan anak-anak akan membuat waktu kita dalam merawat diri terbatas. Percantik diri dengan masker, lulur atau memanggil jasa perawatan tubuh ke rumah.
4. Sharing Sama Suami
Suami adalah partner hidup seorang istri dalam menjalani perannya. Bercerita dan berkeluh kesah bisa menjadi salah satu cara mengurangi stres yang baik. Tingkatkan komunikasi dengan suami, ajak suami bicara baik-baik, perhatikan waktu yang tepat saat bicara, kondisikan agar bisa saling fokus dan bisa saling bicara dengan tenang. Bila sungkan bicara langsung, coba tulis pesan cinta puitis lewat surat atau pesan di ponsel, beberapa wanita lebih nyaman mengungkapkannya dengan menulis ketimbang bicara langsung.
5. Berikan penghargaan kepada diri sendiri
Setiap manusia layak bahagia, tak terkecuali untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Beri penghargaan kepada diri sendiri atas apa yang sudah dilakukan. Bisa menabung lalu membeli barang-barang yang diidamkan, atau cukup dengan memesan mi ayam kesukaan. Bila cara itu tidak memungkinkan, bisa dilakukan dengan membuat kopi instan ditemani dengan film Korea kesukaan.
6. Bertemu dengan teman
Saling berbagi kepada teman dengan profesi serupa bisa mengurangi rasa tertekan. Mulai dari pembicaraan yang serius hingga hal-hal kecil yang menyenangkan bisa kita lakukan bersama teman. Bercanda dan tertawa lepas dengan mereka bisa mengurangi stres karena merasa segala tekanan yang dirasakan-pun oleh teman-teman yang lain.
7. Sewa orang lain untuk melakukan tugas rumah tangga
Masih terlalu berat, diskusikan dengan suami untuk mendedikasi sebagian tugas kepada jasa Asisten Rumah Tangga (ART) untuk yang permanen atau bisa memanggil jasa cleaning service online untuk yang bersifat tidak tetap. Pilih aktivitas yang paling memungkinkan dikerjakan sendiri lalu dedikasikan aktivitas lainnya untuk dikerjakan orang lain. Boleh dalam urusan masak (catering), mencuci (laundry) atau serahkan sekaligus pada ART.
Nah cara-cara di atas dapat dicoba untuk mengurangi stres dalam melakukan tugas sebagai Ibu rumah tangga. Setiap wanita layak bahagia, jangan mudah terintimidasi perkataan lingkungan sekitar yang memperparah stres yang dialami. Yakinlah pada diri sendiri, menerima hasil pekerjaan dengan ikhlas, serta jangan segan meminta saran kepada orang terdekat bila dibutuhkan. Semoga tipsnya bermanfaat.
