Konten dari Pengguna

8 Alasan Mengapa si Kecil Suka Menggigit

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

8 Alasan Mengapa si Kecil Suka Menggigit

Jika si Kecil suka menggigit, Moms mungkin merasa malu, frustrasi, dan khawatir. Apalagi jika kebiasaan ini dia lakukan kepada orang lain, seperti teman-temannya di tempat penitipan anak atau kerabat yang sedang berkunjung ke rumah. Si Kecil yang menggigit teman sebayanya juga memunculkan masalah keselamatan dan kekhawatiran orang tua.

Meskipun tampak menakutkan, kebiasaan menggigit pada usia balita adalah hal biasa. Ini tidak ada hubungannya dengan apakah dia akan tumbuh menjadi anak yang nakal, atau apakah orang tua serta pengasuhnya tidak bisa memberikan pengasuhan yang baik. Namun, kebiasaan ini tetap perlu diatasi, baik ketika itu terjadi maupun dengan mencari tahu alasan yang mendasari si Kecil mempunyai kebiasaan menggigit.

Apa saja alasan si Kecil menggigit?

Biasanya, si Kecil menggigit karena berusaha mengomunikasikan sesuatu yang belum dapat dia ungkapkan secara verbal atau emosional. Delapan alasan terpopuler mengapa seorang anak memiliki kebiasaan menggigit adalah:

1. Bertengkar

Jika balita A merasa marah karena balita B merebut mainannya, dia mungkin tidak bisa menguasai perasaan marah dalam dirinya dan menggigit balita B. Dia menggigit balita B karena marah dan frustrasi.

2. Kewalahan mengelola perasaannya

Seperti dalam contoh di atas, perasaan balita itu berlebihan, sering kali luar biasa, dan sulit untuk mereka pahami apalagi kelola. Seorang balita mungkin menggigit untuk mengekspresikan kemarahan, kesedihan, frustrasi, atau bahkan kegembiraan.

3. Keterampilan bahasa yang kurang

Seorang balita dapat menggigit karena dia tidak dapat mengatakan sesuatu yang ingin dia katakan. Dia mungkin mencoba memberi tahu orang yang berada paling dekat dengannya namun sia-sia karena orang tersebut tidak memahaminya.

4. Mencari perhatian

Apabila balita menginginkan sesuatu, dia menginginkannya saat itu juga. Balita tidak suka apabila tidak diperhatikan barang satu detik saja. Dia mungkin akan mencoba menggigit orang tua atau pengasuhnya apabila mereka sibuk dengan hal lain.

5. Merasa terlalu terstimulasi, terlalu lelah, atau gelisah

Beberapa anak sensitif terhadap kerumunan, cahaya terang, atau suara keras. Anak-anak ini mungkin bereaksi terhadap perasaan terlalu terstimulasi dengan menggigit. Merasa lelah, marah, dan terlalu banyak energi juga dapat memicunya untuk menggigit orang lain.

Selain menggigit sebagai cara berkomunikasi, balita juga dapat menggigit karena:

6. Mencoba menghilangkan rasa sakit gigi

Saat si Kecil tumbuh gigi, dia mungkin akan merasa mulutnya sakit atau gatal. Apabila gigi molar sedang tumbuh, itu mungkin menjadi alasan utama mengapa si Kecil suka menggigit. Ini biasanya terjadi setelah usia satu tahun.

7. Mencari stimulasi oral

Adalah normal bagi bayi untuk meletakkan segala sesuatu di mulut mereka. Ini adalah salah satu caranya belajar mengenal dunia. Mouthing, sering dikenal sebagai kebiasaan memasukkan benda ke dalam mulut, biasanya berkurang ketika memasuki usia balita dan mulai menggunakan tangan untuk menjelajahi objek. Beberapa balita sangat ingin memiliki sesuatu di mulut mereka dan mungkin menggigit orang lain sebagai hasilnya. Mencari stimulasi oral juga dapat disebabkan oleh gangguan dalam integrasi sensorik, misalnya canggung atau kikuk.

8. Bereksperimen dengan perilaku

Si Kecil mungkin menggigit karena merasa penasaran untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Saat menggigit, dia ingin melihat bagaimana Moms bereaksi.

Untuk mengatasi kebiasaan menggigit si Kecil, Moms harus tahu terlebih dulu penyebabnya. Lalu, lakukan beberapa kiat-kiat yang disarankan. Yang jelas, jangan mempermalukan, memberikan hukuman berat, atau balik menggigitnya. Biarkan dia tahu jika gigitannya dapat membuat orang lain merasa sakit dan terluka.