8 Strategi Mengatasi Kebiasaan Menggigit si Kecil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
8 Strategi Mengatasi Kebiasaan Menggigit si Kecil
Kebiasaan menggigit pada anak kecil biasa terjadi dan pasti ada alasannya. Jadi, jika si Kecil sering menggigit, jangan panik terlebih dahulu. Simak delapan strategi berikut untuk menghentikan kebiasaan menggigit si Kecil.
1. Hindari memberikan hukuman yang memalukan dan keras kepada si Kecil karena menggigit
Sebuah penelitian yang mempelajari tentang gaya pengasuhan anak menunjukkan bahwa mempermalukan dan hukuman yang keras cenderung tidak efektif. Terlebih lagi, gaya pengasuhan seperti ini cenderung menjadi bumerang dan membuat perilaku si Kecil menjadi lebih buruk, menekan harga dirinya, menyebabkan perilaku agresif dan menyebabkan sejumlah masalah emosional dan perilaku.
2. Jangan membalas gigitan si Kecil
Moms mungkin berpikir bahwa membalas gigitan si Kecil akan menunjukkan kepadanya bagaimana rasanya sakit karena digigit. Namun, tanggapan ini tidak hanya berbahaya dan membingungkan, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa menggigit itu diperbolehkan untuk menunjukkan agresi.
3. Jika Moms merasa bahwa si Kecil akan menggigit, alihkan perhatiannya
Mengalihkan perhatian dan mendorongnya melakukan aktivitas positif adalah kunci untuk mendisiplinkan balita secara umum. Ini juga cara yang baik untuk menghentikan si Kecil sebelum kembali melakukan kebiasaan buruknya itu.
4. Tanggapi gigitan si Kecil dengan frasa singkat seperti “Jangan menggigit, menggigit itu sakit”
Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan langsung pada intinya ketika melarang si Kecil menggigit. Katakan dengan tegas tetapi tenang. Respons singkat dan tidak emosional cenderung lebih efektif daripada mengomel dengan perasaan kecewa. Si Kecil menikmati perhatian bahkan jika perhatian itu adalah reaksi negatif. Maka dari itu, hindari reaksi emosional berkepanjangan karena dapat memperkuat perilaku yang tidak diinginkan daripada menghentikannya.
5. Pertimbangkan untuk memberikan hukuman time-out
Time-out adalah bentuk hukuman yang diberikan kepada si Kecil dengan cara membiarkannya duduk diam sendiri dan diabaikan untuk jangka waktu yang ditentukan. Time-out sangat tidak menyenangkan sehingga apabila si Kecil mendapatkannya, dia belajar untuk tidak mengulangi perilaku yang menyebabkan hukuman ini. Tetapi ingat Moms, hukuman ini hanya direkomendasikan setelah si Kecil berusia di atas 18 bulan. Batas waktu time-out yang disarankan adalah satu menit per tahun.
6. Berikan bantuan dan dukungan kepada siapa pun yang digigit si Kecil
Apabila si Kecil menggigit balita lainnya, berikan bantuan untuk mengobati mereka. Ini tidak hanya membantu Moms menentukan apakah balita yang digigitnya membutuhkan perhatian medis atau tidak, tetapi juga menunjukkan sikap empati.
7. Bacakanlah buku tentang menggigit
Buku-buku tentang perilaku menggigit ada yang dikhususkan untuk dapat dipahami anak-anak. Membacakan buku ini kepada si Kecil adalah cara menarik untuk memperkuat pesan bahwa dia tidak boleh menggigit.
8. Beri tahu dia tentang bagaimana menggigit memengaruhi orang lain
Moms bisa mengajak si Kecil untuk menempatkan dirinya di posisi orang yang digigit. Ini mungkin hal yang sulit bagi anak-anak karena itu adalah keterampilan yang berkembang seiring waktu. Tetap saja, mengatakan kepadanya bahwa menggigit itu menyakitkan dan membuat orang lain merasa sedih membantunya mengetahui bahwa tindakannya dapat menyakiti orang lain.
Itulah delapan cara agar si Kecil menghentikan kebiasaan menggigit. Ingatlah selalu bahwa kebiasaan menggigit pada balita banyak dihadapi oleh orang tua dan pengasuh balita. Dengan konsisten mendorong si Kecil melakukan aktivitas positif, kebiasaan menggigit pasti dapat diatasi.
