Konten dari Pengguna

9 Langkah Menyimpan ASI

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama sibuk bekerja namun tetap ingin memberikan ASI kepada bayi? Solusinya adalah perah dan simpan sehingga bayi tetap bisa mendapat ASI meski mama tak ada di rumah. Namun mama perlu tahu bagaimana menyimpan dengan benar supaya ASI tetap bersih dan bergizi. Berikut panduannya:

  • Cuci dengan bersih botol penyimpan ASI lalu sterilkan dengan cara direbus, dipanaskan, atau diuapkan di sterilizer.
  • Simpan botol yang sudah disterilkan didalam wadah yang tertutup rapat.
  • Jika ingin memerah dan menyimpan kembali, gunakan botol atau plastik yang berbeda. Jangan mencampur ASI perah dengan perahan sebelumnya.
  • Jika ingin digunakan, rendam botol atau plastik ASI di dalam air hangat. Hindari pemanasan di dalam oven karena akan merusak kandungan gizinya.
  • Hindari mendiamkan ASI dingin atau beku di dalam suhu kamar (25 °C) untuk menunggu cair sebelum digunakan karena memungkinkan bakteri berkembang di dalam ASI
  • Saat suhunya cukup hangat, ASI siap diberikan ke bayi mama. Jika bayi cenderung mengalami bingung puting, berikan ASI perah dengan sendok.
  • Catat tanggal pemerahan di botol atau plastik lalu simpan ASI di dalam freezer. Gunakan yang lebih dulu diperah.
  • Penyimpanan lebih dari 3 hari boleh gunakan kantong plastik khusus ASI. Berikut cara durasi penyimpanan ASI yang tetap berdasarkan suhunya:
    • °C (8 hari)
    • 15 °C (2 minggu)
    • 18 °C /lebih (3-6 bulan)
    • Hindari penyimapanan di rak pintu lemari es karena suhu tidak stabil akibat buka-tutup.
  • Sebaiknya ASi segera digunakan, jika terlalu lama disimpan, kandungan gizinya semakin berkurang.