Konten dari Pengguna

Aborsi Apakah Aman?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aborsi Apakah Aman?

Aborsi merupakan pengguguran kandungan yakni berakhirnya kehamilan dengan dikeluarkannya janin sebelum ia dapat bertahan hidup di luar rahim, yang dapat mengakibatkan kematiannya.

Apabila memang terjadi secara spontan (karena kecelakaan atau alasan medis lalu janin dan ibu terancam hidupnya) yaitu keguguran memang bukan kehendak manusia sendiri. Namun apabila seorang wanita yang tidak siap dengan kehamilan tersebut dan memilih untuk aborsi, apakah aman untuk diri wanita dan janin yg ada di rahimnya?

Berikut merupakan ringkasan apakah aman setelah aborsi dilakukan pada wanita:

1. Berisiko menyebabkan komplikasi setelah melakukan aborsi. Komplikasi tersebut berupa pendarahan, mual ataupun masalah kesehatan lainnya.

2. Pendarahan ringan hingga pendarahan berat yg harus ditangani dengan transfusi darah atau kuret.

3. Infeksi pada vagina berupa keputihan yg berbau.

4. Dinding rahim, leher rahim, dan vagina mengalami luka sehingga berujung pd kerusakan.

5. Sulit untuk hamil kembali, karena dinding rahim yg terluka dapat mempengaruhi pula masa kesuburan wanita yg melakukan aborsi. Serta di kehamilan selanjutnya, bisa terjadi kehamilan ektopik dan persalinan prematur.

6. Dampak psikologis pada wanita yg mengakhiri janin sebelum waktunya. Secara logis, ketika janin telah terbentuk dalam rahim seorang wanita, terbentuk pula ikatan batin antara Ibu dan seorang anak. Perasaan bersalah yg terus-menerus berujung depresi mungkin terjadi pada wanita yg melakukan aborsi.

Hal-hal tersebut tentu resiko yg perlu dipertimbangkan apabila memilih aborsi. Semua pilihan kembali lagi pada kasus masing-masing yg dihadapi ya.