Akibat Tidak Vaksin DPT

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahukah anda bahwa penyakit DPT adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masingnya memiliki resiko tinggi dan berbahaya?  Vaksin DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis dan tetanus, vaksin ini wajib diperoleh sejak balita. Namun jika anda belum memperolehnya dan hendak merencanakan kehamilan segeralah berkonsultasi dengan obgyn untuk melakukan vaksin ini. Namun, jika anda masih ragu untuk melakukan vaksin ini, berikut adalah beberapa informasi seputar penyakit DPT :Â
Difteri Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menyebabkan timbulnya lapisan abu-abu pada tenggorokan sehingga mengakibatkan sulit untuk makan dan bernapas. Jika infeksi ini terus dibiarkan dan tidak diobati, menyebabkan toksin yang dihasilkan oleh bakteri menyebabkan terjadinya gagal ginjal dan lumpuh.Â
PertusisDikenal sebagai batuk rejan merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan dan batuk parah. Penyakit ini dapat menimbulkan kemungkinan pneumonia, kerusakan otak, kejang bahkan kematian.Â
TetanusMerupakan vaksin untuk ibu hamil dan janin dalam mencegah penyakit tetanus yang dapat memicu terjadinya kejang, lumpuh dan kekakuan otot. Berbeda dengan dua penyakit di atas, tetanus tidak menular pada orang lain. Perlu Anda ketahui bahwa kuman tetanus bisa menginfeksi janin di dalam kandungan. Pada kasus yang lebih parah bisa menyebabkan kematian pada janin. Jika ibu hamil tidak melakukan vaksin ini maka bayi sangat beresiko terkena infeksi tetanus sesaat setelah tali pusar dipotong.
Mengapa wanita hamil harus mendapatkan vaksin ini dan amankah jika dilakukan saat sedang hamil ? Vaksin ini diperlukan untuk memastikan agar bayi benar-benar dilindungi. Vaksin DPT dapat diberikan sepanjang kehamilan, namun waktu yang direkomendasikan antara kehamilan 27 hingga 36 minggu. Vaksin DPT dibuat dari toksoid, sehingga aman selama kehamilan. Perlu di ketahui bahwa tidak ada vaksin ataupun obat dengan kadar aman 100%. Akan tetapi akan ada beberapa efek samping dari melakukan vaksin, namun biasaya efek yang di timblkan ringan dan bersifat sementara seperti demam ringan dan agak bengkak pada bagian suntikan.
Amankah jika ibu hamil tidak melakukan vaksin ini? Aman atau tidaknya kembali lagi dengan daya tahan atau antibodi pada tubuh dan janin moms. Akan lebih baik tetap dilakukan untuk berjaga-jaga, namun dapat dikonsultasikan bersama pasangan dan dokter.
Semoga bermanfaat.
By: M.A
