Alpukat: Booster Alami Saat si Kecil Turun BB

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Alpukat: Booster Alami Saat si Kecil Turun BB
GTM 2 minggu akibat tumbuh gigi membuat berat badan anakku turun hingga 300 gram. Saat GTM dia hanya bisa makan buah saja. Akhirnya, aku langsung tanya temanku yang memang punya pohon alpukat mentega, aku beli dari dia saat buahnya sudah matang. "Halah, kenapa kok repot-repot pesen segala?" Jawabku, karena yang dijual di sekitaran rumahku itu rata-rata masih belum tua. Alias dipaksa matang, nanti rasanya ga manis gitu. Kalau yang matang sampai tua di pohon itu sampai bagian hijau dekat kulitnya aja masih manis.
Kenapa kok kepikiran alpukat? Jadi, di dalam alpukat itu mengandung lemak dan serat. Dalam 100 gram buah alpukat, mengandung sekitar 160 kalori. Nah, 77% kalori dari alpukat itu berasal dari lemak. Sebagaimana yang kita tahu, lemak bisa untuk menambah berat badan. Bagi orang dewasa, lemak memang dijauhi karena bisa menjadi pemicu kolesterol. Namun bagi anak-anak, lemak masih digunakan sebagai salah satu sumber energi utama untuk aktivitas si Kecil sehari-hari.
Terlebih lagi, kandungan lemak pada alpukat merupakan jenis lemak tak jenuh seperti pada buah zaitun, yang mana menyehatkan, terutama untuk mengurangi inflamasi sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Satu hal lagi yang mungkin belum banyak orang yang tahu, rutin mengonsumsi alpukat justru bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) loh. Nah, jadi sebenarnya bermanfaat juga ya buat orang dewasa?
Tapi tetap jangan berlebihan ya, disarankan untuk konsumsi maksimal 1 buah alpukat saja per hari. Kalau anakku, aku kasih dia ½ setiap harinya, karena di mix sama buah yang lain juga biar ga bosan. Dia rutin makan selama 6 hari, lalu setelahnya mulai mau makan bubur lagi, jadi aku sambung ke menu MPASI-nya seperti biasa, cuma memang masih lebih sedikit porsinya. Aku sebelumnya timbang di puskesmas tanggal 31 Juli, BBnya 8.2 kg, lalu tanggal 2-7 Agustus mulai rutin konsumsi alpukat yang mulai disambung menu MPASI normal, Alhamdulillah kembali ke 8.5 kg, itu aku timbang lagi di tanggal 13 Agustus. Memang ga naik jauh, tapi sudah sangat baik, melihat dia yang sudah memasuki 9 bulan, di mana kenaikan BB tiap bulannya maksimal 300 gr.
Jadi saranku, untuk Moms yang pengen anaknya naik berat badan atau senasib anaknya mengalami penurunan BB, jangan buru-buru dikasih BB booster, jamu cekokan, penambah nafsu makan termasuk juga sufor bagi yang full ASI. Kasihan si anak, takutnya dia malah trauma dan ujungnya malah jadi susah makan. Dan untuk pemberian sufor, memang membuat anak jadi kenyang, tapi itu justru akan tambah mengurangi jatah makan dan menyusu dari ibunya. Coba dulu disiasati sama makanan kesukaannya, cari lagi adakah manfaat dari salah satu makanan favoritnya yang bisa menambah BBnya, seperti kasus Shafa yang suka banget sama buah, jadi aku siasati dengan fokus memberikannya alpukat.
Semoga Moms lainnya berhasil, dan semoga bermanfaat.
