Amankah Batita Bermain Pasir?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyak sekali pro dan kontra ketika anak bermain pasir yaa Moms. Termasuk yg saya alami sendiri. Bagi saya ketika anak bermain pasir ya itu sah-sah aja, asalkan tidak dilempar-lempar karena khawatir pasirnya terkena mata.
Tapi ketika ada Moms atau orangtua yg melihat, mereka memiliki pandangan yg berbeda dengan saya, di mana katanya pasir itu sumber cacing dan anaknya bakal jadi penjorok.
Sebenarnya statement saya maupun Moms lain itu ga ada yg salah ya. Semua bener asal dipandang dari sudut pandang yg berbeda.
Nah apa hal positif yang diterima anak ketika bermain pasir?
- Anak mengembangkan aspek fisik (memperkuat otot si kecil dan belajar mengkoordinasi antara mata dan tangan), kognitif (anak belajar membedakan pasir basah dan pasir kering), sosial emosi (belajar komunikasi bersama temen ketika memiliki ide untuk membangun istana pasir).
- Membantu anak untuk meredakan emosi di kala sedih
- Salah satu aspek penunjang untuk tumbuh kembang anak
Risiko dari bermain pasir:
- Pasir mengandung bakteri clostridium difficile menurut penelitian yg dipublikasikan di jurnal zoonoses and public health, yang dapat menyebabkan infeksi pada usus
- Berbahaya apabila terkena mata dan bisa berisiko buta
Nah, untuk mencegah terjadinya risiko, usahakan ketika anak bermain pasir tetap dalam pengawasan orangtua dan selesai bermain harus mencuci tangan hingga bersih.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk mengurangi kekhawatiran Moms ketika anak bermain pasir yaa. Jangan lupa like n follow me. Thank you
