Amankah Minum Teh bagi Bayi?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin kita tahu bahwa teh juga termasuk minuman yang sehat bagi orang dewasa. Akan tetapi, berbeda dengan tubuh bayi ataupun balita. Tubuh mereka merespon berbeda, tidak seperti tubuh orang dewasa.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bayi atau balita aman mengonsumsi teh? Sebelum kita tahu boleh atau tidaknya. Lebih baik kita harus tahu dulu dampaknya karena ada beberapa kandungan di dalam teh yang tidak baik untuk kesehatan bayi.
Konsumsi teh pada bayi berbahaya untuk pertumbuhannya, karena polyphenol dan fitat yang terkandung dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi. Akibatnya tubuh kekurangan asupan zat besi yang dapat menyebabkan anemia atau kurang darah. Oleh karena itu World Health Organization (WHO) sama sekali tidak menganjurkan anak mengonsumsi teh sampai usianya mencapai 2 tahun. Bahkan anak-anak 2 - 5 tahun pun tidak disarankan mengonsumsi teh terlalu sering.
Menurut pakar kesehatan Dhavni Shah, konsumsi teh bisa mengganggu penyerapan kalsium pada anak. Sehingga, anak yang sering mengonsumsi teh akan berisiko mengalami defisiensi kalsium. Jika hal ini terus terjadi, maka fungsi otak, fungsi otot, sistem saraf, hingga pertumbuhan struktur anak dapat terganggu.
Pada penelitian oleh IPB tahun 2007, yang menyatakan bahwa kadar kafein teh dan kopi ternyata relatif sama besar yakni 0,6 persen. Kafein sendiri memiliki pengaruh pada kerja sistem syaraf. Kafein juga bisa membuat anak gelisah dan sulit tidur sementara bagi bayi dan balita tidur adalah aktifvtas yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Kafein juga berbahaya bagi jantung si kecil, karena dapat merangsang pernafasan dan mengganggu kerja jantungnya.
Selain efek di atas teh juga tidak memiliki kandungan zat gizi mikro seperti karbohidrat, protein, serat, dan lemak padahal zat-zat tersebut sangat dibutuhkan sebagai sumber energi dan unsur terpenting dalam pertumbuhan anak. Anak akan merasa kenyang jika terlalu sering minum teh. Walaupun kenyang tetapi tidak ada nilai gizi dari teh yang dikonsumsi.
Sayang sekali, masih banyak para orangtua yang belum paham bahayanya teh bagi pertumbuhan anak. Untuk itu sebagai orang tua kita harus mengetahui apa saja manfaat dari makanan dan minuman yang dikonsumsi anak kita sebagai asupan nutrisinya.
Semoga bermanfaat.
By: Nawang Khusnul Muliawaty.
