Konten dari Pengguna

Amankah Sulam Alis Bagi Wanita Hamil?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amankah Sulam Alis Bagi Wanita Hamil?
zoom-in-whitePerbesar

Memilih pesulam Diantara banyak pesulam, moms perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih pesulam yang tepat. Dari segi sertifikasi sekaligus port folionya. Tanyakan beberapa orang atau kenalan yang pernah sulam disana. Hati-hati dengan portfolio palsu yang bisa diupload ke social medianya. Better memilih pesulam yang memang sudah pernah digunakan oleh kenalan.

Proses sulam Prosesnya sendiri sekitar 2 jam. Dimulai dari bius (menggunakan krim bius) lalu menggambar frame dan sulam. Untuk rasa sakit, ini juga biasanya tergantung pesulamnya. Ada yang sakit ada yang tidak, saya pribadi tidak merasa sakit. Hanya saat dioles bius selama sulam terasa sedikit perih seperti luka kecil tapi tidak membuat saya keperihan. Dan sama sekali tidak berdarah, jadi aman. Jika pesulam terpercaya biasanya tindak yang digunakan pun berkualitas, jadi aman moms.

Biaya yang perlu disiapkan Untuk biaya biasanya cukup beragam, dimulai dari 1-4 juta tergantung tempat sulam yang dipilih. Murah dan mahal biasanya dibedakan dari tinta yang digunakan dan port folio si pesulam sendiri.

Siapa saja yang boleh sulam? Semua wanita, kecuali wanita hamil tidak direkomendasikan, ibu menyusui juga sebaiknya melakukan sulam 2-3 bulan setelah melahirkan, lalu wanita yang memiliki keloid akut juga tidak disarankan sulam.

Daya tahan  Untuk daya tahan sendiri tergantung dari jenis kulit. Semakin berminyak kulit maka biasanya semakin cepat pula hasil sulam pudar. Biasanya sulam alis dapat bertahan 1 tahun dan bisa dilakukan retouch kembali. Retouch sendiri biasanya setengah harga dari harga sulam awal.

Semoga bermanfaat.

By: Marlisa Tenggara