Anak 1 Tahun Disunat, Bagaimana Ya?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beda halnya dengan saya, sebelumnya kami berkeinginan untuk menyunat anak saya, Affan, di saat ia sudah besar saja, agar sambil mengajarkannya tentang sunat. Tapi ternyata kondisi tak memungkinkan, sehingga sunat harus segera dilakukan. Pada akhirnya di usia ke 14 bulan, anak kami disunat. Sebetulnya agak tegang Affan harus disunat di usia ini, karena sedang aktif belajar jalan, khawatir repot mengurusnya. Tapi ternyata tidak serepot yang dibayangkan! Berikut saya bagi pengalaman dalam bentuk question and answer ya:
Kenapa Affan disunat?
Karena Affan mengalami fimosis, yaitu kondisi di mana kulup melekat pada kepala penis dan menutup lubang penis, kalau terlalu lama bisa berakibat saluran kencing tersumbat dan ISK (infeksi saluran kencing).
Mengapa bisa kena fimosis?
Entah, karena kelainan bawaan, atau saya yang kurang apik membersihkan area kelaminnya. Awalnya memang saya tidak tahu kalau kelamin (khususnya bagian kulup) perlu dibersihkan, baru tahu saat Affan dinyatakan fimosis.
Bagaimana bisa ketahuan?
Sebelumnya, Affan sempat demam 3 hari lebih, kelenjar di lehernya juga membesar. Khawatir, akhirnya kami periksakan ke dokter. Awalnya perkiraan TB, saat dicek ke bawah ternyata fimosis. Sempat kaget kalau Affan fimosis, soalnya pas buang air kecil sehari-hari ia tidak tampak kesakitan dan lancar-lancar saja menurut saya. Walau memang kelamaan agak menggembung dan saat kulupnya ditarik, ujung penisnya tidak bisa terlihat.
Disunatnya di mana dan pakai teknik apa?
Sunat dilaksanakan di rumah, oleh perawat yang dinas di salah satu RS di Cimahi. Dibius lokal dan menggunakan teknik laser.
Nangis tidak saat disunat?
Pastinya. Ditambah mungkin Affan kesal karena mau tidur tapi terganggu, jadi mengamuk sampai ditahan oleh 3 orang bapak-bapak. Setelah selesai, ia tenang, saya gendong sampai tidur.
Kondisi apa yang dibayangkan pada bayi pasca sunat?
Super rewel. Ya, saya kira begitu. Tapi ternyata, tidak. Entah apakah karena sebelumnya berulang-ulang saya kasih tahu kalau dirinya akan disunat dan memberikan sugesti “Affan kuat ya! Sabar dan nanti jangan rewel kalau disunat.”
Lalu, apa yang terjadi pasca sunat?
Satu jam setelah efek bius berakhir, harusnya mulai terasa nyeri dan Affan rewel. Tapi ia malah tidur nyenyak dalam gendongan saya. Saat bangun, nangis sedikit saat posisi tidak nyaman. Tapi mau makan buah dan minum air putih. Setelah itu tidur lagi, pas bangun, ajaibnya Affan sudah bisa langsung jalan seperti biasa dan angkat-angkat kursi kecil. Saya kira dia akan nangis terus menerus, tapi ternyata cuman nangis saat lagi dibersihkan saja, selebihnya ceria, main seperti tidak disunat.
Bagaimana perawatannya?
Mengikuti arahan sang penyunat, saya memberikan obat antibiotik, anti nyeri, salep di area bekas jahit per 2 jam, dan pakai celana sunat. Menjaga agar bekas sunatnya tidak sampai lembap.
Berapa lama sembuhnya?
Mungkin karena Affan super aktif, tidak mau diam, atau balik lagi ke saya yang tidak konsisten memberikan salep per 2 jam dan dipakaikan celana tertutup terus. Alhasil, bekas sunat mengering dalam waktu 3 minggu, dan pulih total tanpa jahitan kurang lebih 1 bulan.
Apa saja tantangan menyunat anak usia 1 tahun?
Anak sudah bisa merasa takut dan sakit. Ia tahu bagian mana yang sakit, dan jadi suka takut duluan saat mau dibersihkan. Jadi harus hati-hati, khawatir anak jadi trauma pasca sembuh sunat.
Di usia ini, anak lagi aktif belajar jalan. Ia cenderung bolak-balik dan tidak mau diam, sedangkan ia belum paham jika harus disuruh tidur (bedrest) atau membatasi aktivitas. Alhasil, waktu penyembuhan menjadi lebih lama.
Idealnya, bagian yang disunat harus sering terbuka agar cepat mengering. Tapi kalau anak BAK dan menetes disembarang tempat, harus bersiap membersihkan setiap sudut yang telah kotor.
Sebenarnya mau cepat atau lambat itu tergantung pada kesiapan orangtua. Berapapun usia anak yang disunat pasti memiliki tantangan masing-masing dalam merawatnya. Namun selama orangtua siap dan sabar untuk merawat kondisi tersebut, maka masa penyembuhan sunat akan terlalui dengan baik.
Semoga bermanfaat.
By: Nida Muthi Athifah.
