Anak Demam Naik Turun? 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Siapa sih orangtua yang ingin anaknya sakit? Semua orangtua ingin anaknya sehat. Namun, meski sudah menjaga kesehatan si Kecil sedemikian rupa, tetap saja si Kecil memiliki risiko terjangkit penyakit, salah satunya demam. Seringkali anak demam naik turun yang dapat membuat Moms panik dan khawatir. Sebenarnya apa penyebab deman tersebut? Yuk, simak penjelasan berikut ini.
Penyebab Umum Demam Naik Turun pada Anak
Tipus
Demam adalah penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Terkadang, demam hilang dengan sendirinya setelah si Kecil beristirahat cukup. Meskipun demikian, demam naik turun adalah jenis demam yang tidak wajar. Salah satu penyebab terjadinya demam naik turun adalah penyakit tipus. Penyebab Tipus adalah bakteri Salmonella.
Penderita Tipus akan mengalami demam tinggi mencapai 39 hingga 40 derajat Celcius. Pola demam karena Tipus tidak bisa diprediksi karena naik turun tak tentu. Terkadang, si Kecil bisa demam pada siang hari dan normal pada sore hari atau sebaliknya.
Demam Berdarah
Jika anak demam naik turun, biasanya para Moms langsung berpikir anak terkena Demam Berdarah (DB). Memang penyakit DB identik dengan gejala demam naik turun. Akan tetapi, tidak semua demam naik turun merupakan gejala DB.
Suhu saat demam tinggi pada penyakit DB mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Selain demam, gejala DB lainnya adalah bintik merah, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, muntah, mual, kelelahan dan menggigil. Penyebab DB adalah virus Dengue pada nyamuk Aedes aegypti.
Infeksi Virus
Infeksi virus dapat terjadi karena lingkungan si Kecil kurang bersih, terutama jika dia sering main di lantai. Selain demam, infeksi virus juga dapat menimbulkan batuk, pilek dan diare.
Demam karena infeksi virus biasanya berlangsung seperti berikut: hari 1-2 suhu tinggi, 3-4 hari suhu turun, 5-4 naik lagi. Jika penyebab demam adalah karena infeksi virus, demam biasanya akan sembuh dengan sendirinya pada hari ke-6.
Tumbuh Gigi
Demam pada anak tidak selalu berbahaya. Tumbuhnya gigi pada si Kecil juga biasanya menyebabkan demam. Demam ini akan sembuh dengan sendirinya.
Meskipun demikian, Moms bisa melakukan pertolongan pertama untuk mengurangi rasa sakit pada buah hati. Bawa si Kecil ke dokter gigi untuk diperiksa. Biasanya, dokter akan memberikan obat pereda demam dan nyeri. Gigi yang tumbuh biasanya akan memberi rasa nyeri di sekitar gusi atau tempat gigi akan tumbuh.
Pertolongan Pertama Saat Anak Demam
- IstirahatJika si Kecil demam naik turun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah biarkan anak beristirahat. Biarkan anak beristirahat paling tidak 3 hari di rumah. Jika si Kecil masih demam, periksakan ke dokter.
- Kompres Air HangatMoms dapat meredakan demam pada si Kecil dengan cara mengompresnya dengan menggunakan air hangat. Tidak dianjurkan untuk mengompres dengan menggunakan air dingin karena dapat menutup pori-pori kulit si Kecil.
- Terapi HerbalTerlalu banyak mengonsumsi obat-obatan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, tidak terkecuali untuk si Kecil. Sebagai gantianya, cobalah untuk melakukan terapi herbal. Terapi herbal dipercaya dapat membuat tubuh si Kecil relaks. Potong tipis-tipis bawang putih dan balurkan di punggung si Kecil untuk menurunkan demamnya.
Jika Moms telah melakukan semua hal tersebut di atas atau curiga bahwa demam si Kecil adalah gejala penyakit berbahaya, segera bawa si Kecil ke dokter.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Copyright by Babyologist
