Anak Diurus Nenek, Jadi Lebih Sayang Nenek?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Anak Diurus Nenek, Jadi Lebih Sayang Nenek?
Saya adalah working mom. Mau tidak mau saya menitipkan anak saya sejak baru lahir sampai sekarang berumur 1 tahun lebih di rumah ibu saya. Saya lebih mempercayakan urusan mengurus anak saya kepada ibu saya dibanding saya tinggalkan bersama baby sitter atau pembantu.
Otomatis sehari-harinya, anak saya lebih akrab dengan neneknya. Ibaratnya saya hanyalah tante saja. Hiks. Ditambah saya ibu eping jadi tidak terjalin bonding yang baik dengan anak saya melalui menyusu langsung. Sedih sekali ketika saya pergi kerja, namun anak tidak menangisi saya sama sekali. Lain halnya apabila neneknya pergi sebentar, pasti anak saya langsung menangis. Berarti anak saya lebih memilih untuk bersama neneknya dibanding saya meskipun saya ibunya.
Saya mencoba menghibur diri. Gak apa lah dia sayang neneknya, dibanding sayang pembantu. Namun hal itu semakin menjadi ketika Cha bodo amatan dengan saya. Sedih. Akhirnya saya dan suami meminta ibu saya untuk liburan sehari saja tanpa membawa anak saya. Neneknya senang sekali. Hehe..
Bagaimana dengan anak saya? Yap. Bisa ditebak menangis tidak karuan. Kemudian saya dan suami membawa anak saya ke playground di salah satu mall. Disana kami bermain sangat intens. Sesampainya di rumah, anak saya mulai meminta gendong, bermain dsb kepada saya dan suami. Sungguh bahagia.
Untuk membina hubungan ini, sepulang kerja saya biasa membawakan barang untuk dia misal makanan atau mainan. Kalaupun saya tidak bawa hal tersebut, saya akan fokus bermain dengan anak dan menjauhi pekerjaan saya.
