Anak Perempuan,Why Not?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Anak Perempuan,Why Not?
Setiap anak adalah anugerah,Amanah yang diberikan Sang Pencipta kepada kita.Amanah yang harus kita jaga dengan baik karena tak sedikit orang mengidamkannya disetiap doa.Jika kita sudah diberikan amanah itu maka bersyukurlah.Saya percaya setiap anak yang dititipkanNya adalah yang terbaik,baik itu perempuan ataupun laki - laki.Mereka spesial dengan segala kelebihan dan kekurangan,karena anak kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik,karena anak keluarga menjadi lengkap,karena anak maka adalah seorang yang dipanggil ibu.
Saat ini saya memiliki dua anak perempuan,Alhamdulillah keduanya membuat hari saya lebih berwarna.Seringkali ketika membawa keduanya selalu orang berkata,"Dua - duanya perempuan?""Nambah lagi donk,biar dapat yang laki""Cewek lagi ya?"Banyak orang beranggapan pertanyaan itu sederhana,tapi tahukah kita saat menanyakan hal tersebut bisa saja menyinggung perasaan si Ibu.Mungkin saja selama ini dia sudah berusaha program memiliki bayi laki - laki namun gagal atau sebaliknya,atau memang dia ingin kedua anaknya berjenis kelamin sama,dia tak ingin menambah anah lagi,banyak perjuangan yang harus Ibu lalui saat mengandung dan melahirkan sikecil,pertanyaan "sepele" tersebut sebaiknya tidak ditanyakan karena kita tidak tahu apa yang dirasakan siIbu,bukan hanya untuk ibu tapi siAyah juga.Akibat pertanyaan itu bisa saja keluarga yang tadinya tenang dan bahagia karena sikecil menjadi sebaliknya.Untuk itu sebaiknya kita jaga privasi dan perasaan saat bertanya.Entah mengapa masih banyak sebagian orang yang beranggapan jika tidak memiliki anak laki - laki atau perempuan dalam keluarga dianggap tidak lengkap.Dengan alasan,jika tak punya anak laki - laki nanti siapa yang menjaga anggota keluarga?Siapa yang meneruskan nama keluarga atau marga keluarga(untuk suku tertentu),Siapa nanti yang membantu perekonomian keluarga? Sebaliknya jika tak punya anak perempuan,siapa nanti yang mengurus pekerjaan rumah?Siapa yang perhatian dan mengurus orang tua ketika sudah renta?Anak laki - laki dan perempuan memang berbeda.Semua alasan itu bisa dilakukan sianak,baik anak laki - laki maupun perempuan tergantung bagaimana kita sebagai orang tua mendidik,memberi kasih sayang dan memberikan pemahaman untuk sianak,apa tanggung jawabnya didalam keluarga.Tak ada salahnya anak perempuan menjaga dan melindungi anggota keluarga,bukannya itu memang menjadi kewajiban setiap anggota keluarga untuk saling menjaga dan melindungi.Anak laki - laki juga tidak ada salahnya membantu sebagian pekerjaan rumah.Saya memiliki dua anak perempuan tak jarang setiap bertemu baik orang dekat ataupun baru selalu dicecar pertanyaan sepele.Tapi saya tidak pernah pusing memikirkannya karena saya ikhlas menerima apa yang telah Allah takdirkan untuk saya,walaupun dulu awalnya terkadang ada rasa kesal.Saya dan suami tak pernah ngoyo untuk memiliki anak laki - laki,bagi kami memiliki anak yang lucu dan sehat sudah membuat kami bahagia dan sangat bersyukur.Apalagi memiliki adik perempuan adalah impian kakak,si sulung.Yang terpenting adalah bukan jenis kelamin anak,tapi bagaimana kita menjaga anugerah yang telah Allah berikan karena dialah yang mengatur segalanya.Jangan karena pertanyaan sepele membuat kita sebagai orang tua menyalahkan diri sendiri,pasangan,atau bahkan si anak karena tidak berjenis kelamin yang kita inginkan.Apapun jenis kelaminnya,mau laki - laki ataupun perempuan mereka adalah anak anda,maka sayangilah.Berterimakasih kepada mereka yang telah memilih kita sebagai orang tuanya,sebagai ibunya,malaikat pelindung.
