Konten dari Pengguna

Anak Sering Terbangun Dan Sulit Tidur Kembali, Wajarkah?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak Sering Terbangun Dan Sulit Tidur Kembali, Wajarkah?
zoom-in-whitePerbesar

Sleep regression biasanya terjadi karena ada rapid growth pada tubuh Si Kecil dan adanya perkembangan pada otaknya. Sleep regression juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti teething, sedang traveling, stress atau merasa tertekan, adanya perubahan pada rutinitas tidur Si Kecil, misalnya ada adik baru di rumah, belajar tidur tanpa ASI, belajar tidur di kamar sendiri, dll.

Cara menangani sleep regression pada anak usia 18 bulan keatas:

KonsistenPertahankan rutinitas sebelum tidur seperti mandi air hangat, memijat bayi, memeluk boneka atau menyelimutinya dengan selimut kesayangannya dapat mengajarkan kepada Si Kecil bahwa sudah saatnya untuk tidur. Kuncinya adalah tetap mempertahankan rutinitas tersebut setiap hari.

Tetap tenangTerbangun di malam hari padahal Anda baru saja tidur selama beberapa jam mungkin bisa menimbulkan emosi. Tapi tetaplah tenang dan cobalah untuk mengajak Si Kecil tidur kembali dengan tidak menyalakan lampu didalam ruangan dan mengajak Si Kecil tetap berbaring di kasur sambil menunggu rasa kantuknya datang kembali.

Batasi screen time dengan gadget Terlalu sering dan terlalu lama anak mendapatkan screen time dapat menyebabkan ia sulit tidur atau sulit tidur kembali saat terbangun di tengah malam. Tidak dianjurkan untuk menyalakan televisi ketika anak tidur. Batasi juga penggunaan handphone atau tablet ketika sudah menjelang waktu tidur.

Semoga bermanfaat.

By: Ricka Puspita Atmadja