Konten dari Pengguna

Anak Susah Makan dan BB Seret (Part 1)

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak Susah Makan dan BB Seret (Part 1)

Orang tua mana yang tidak khawatir ketika buah hatinya susah banget disuruh makan selama berbulan-bulan? Bayangan tentang stunting, bb stuck, kurang gizi, atau takut anak jadi sakit tentu menghantui pikiran kita, bukan?

Sebelumnya, aku sudah pernah sharing kalau putriku – Sofia, mulai susah makan sejak usia 7 bulan karena tumbuh gigi. Saat itu dia hanya mau makan buah-buahan dingin, oatmeal dan yoghurt, selebihnya tutup mulut!

Awalnya aku pikir drama tumbuh gigi yang dialami Sofia hanya berlangsung sebentar, tapi ternyata berlanjut sampai sekarang (12 bulan). Sedih, pusing, bingung adalah perasaan yang aku alami setiap harinya.

Karena GTM yang dialami si Kecil cukup lama, aku pun mulai mencari dokter yang paham dengan case ini. Khawatirnya, ada silent disease yang membuat nafsu makan Sofia turun.

Setelah melihat daftar spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik dari Instagram dokter @metahanindita, aku pun tertarik untuk berkonsultasi dengan dr. Klara Yuliarti SpA (K), beliau praktik di RSIA Bunda Menteng, Jakarta Pusat.

Dokter Klara bilang, berat badan anakku kurang 1 kg dari batas ideal. Pemberian ASI di siang hari terpaksa harus disetop dulu dan diganti dengan susu high calorie sebanyak 300 ml untuk mengejar berat badannya.

Di sinilah problemnya, jujur aku agak kesusahan memberikan Sofia susu formula karena selama 1 tahun selalu minum ASI. Jadi susah bagi dia untuk menerima rasa baru, namun aku masih terus coba, doakan semoga berhasil ya Moms.

Oh iya kebiasaan Sofia yang makan cuma 5-7 suap bisa dikatakan lumayan selama makanan tersebut tinggi kalori, dalam artian mengandung santan, susu atau keju. Beliau juga membuatkan jadwal makan yang harus aku terapkan di rumah.

Sofia juga diminta tes darah + urine untuk mengetahui apakah ada anemia defisiensi besi dan infeksi saluran kemih. Tapi hasil labnya belum keluar, nanti akan kami bahas pada konsultasi selanjutnya.

Kalau ditanya bagaimana karakter dokter Klara? Beliau ramah sama anak-anak, murah senyum, cara bicaranya cepat jadi kalau Moms tidak ada pertanyaan mungkin konsultasi akan cepat selesai.

Semoga cara yang disarankan dokter Klara bisa membuat berat badan Sofia naik dan nafsu makannya kembali, Aamiin.