Konten dari Pengguna

Apa Itu Azoospermia Non-Obrstructive? Bagaimana Mengobatinya?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Itu Azoospermia Non-Obrstructive? Bagaimana Mengobatinya?
zoom-in-whitePerbesar

Kelainan azoospermia sudah diketahui sebagai kelainan yang bisa menyebabkan kemandulan pada pria, penyebab azoospermia sendiri bisa terjadi karena faktor keturunan, cidera atau karena penyakit lain yang terjadi pada area fertilitas.

Selain itu faktor gaya hidup yang buruk juga bisa memicu azoospermia ini seperti pecandu rokok, suka mengonsumsi alkohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang juga menjadi salah satu yang memperburuk kualitas sperma dan akan memicu azoospermia.

Secara khusus salah satu dari jenis azoospermia ini adalah azoospermia non obstructive. Azoospermia jenis non obstructive ini pria memiliki kondisi testisnya tidak mampu memproduksi sel sperma dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang cukup untuk menunjang kehamilan.

Faktor yang Menyebabkan Azoospermia Non Obstructive

Merokok

Mengonsumsi minuman beralkohol

Mengonsumsi obat-obatan

Paparan radiasi dari lingkungan

Menurut sebuah situs yaitu standfordhospital.org mengatakan bahwa untuk merawat pasien dengan diagnosis azoospermia non obstructive biasanya dokter akan melakukan tes genetik untuk mengetahui risiko yang mungkin menjadi penyebab azoospermia yang diderita pria tersebut.

Mengatasi Azoospermia Non Obstructive

Dokter akan melakukan operasi untuk ekstrasi sperma dan mengambil sejumlah sperma yang normal yang diproduksi pada testis pria.

Kemudian dokter akan menentukan lokasi yang tepat untuk menjalani perawatan dengan menggunakan mikroskop khusus operasi yang mampu mengirimkan gambar area reproduksi sperma pada pasien yang sedang menderita azoospermia.

Dan kemudian dokter akan memulai perawatan dan melakukan evaluasi pada setiap tes yang dilakukan tim medis sebelumnya untuk mengetahui penyebab yang dapat dihilangkan, diperbaiki atau diubah. Tujuannya untuk bisa memperbaiki kualitas sperma yang berkualitas baik dan pasien akan kembali mampu memproduksi sperma dan melakukan pembuahan secara normal.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor