Konten dari Pengguna

Apa itu Flat Head? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu Flat Head? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pernahkah Moms mendengar istilah flat head syndrome atau sindrom kepala peyang? Flat head syndrome adalah kondisi dimana kepala bayi tidak simetris atau berbentuk peyang. Di dunia medis, kondisi ini dibagi menjadi dua jenis diantaranya plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah kondisi dimana satu sisi kepala bayi peyang atau tidak simetris. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir karena bagian ubun-ubun bayi masih lunak. Sementara itu, brachycephaly merupakan kondisi bagian belakang kepala menjadi rata. Sindrom ini biasanya terjadi ketika bayi masih di dalam rahim. Selain itu, brachycephaly juga sering terjadi pada saat bayi terlahir prematur.

Lalu, apa saja penyebab flat head syndrome

Menurut dr. Nadia Octavia, Editor Medis di Klik Dokter, tulang tengkorak bayi terbuat dari beberapa tulang yang dipisahkan oleh sendi sutura atau rongga di antara tulang. Ia melanjutkan bahwa tulang tengkorak bayi juga masih lunak dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya. Ketika bayi dilahirkan, bentuk kepalanya bisa berubah karena menyesuaikan jalan lahir. Hal inilah yang menyebabkan bentuk kepala mereka terkadang berbeda-beda saat lahir dan berubah lagi seiring dengan perkembangannya.

Ia melanjutkan bahwa flat head syndrome biasanya dialami oleh bayi baru lahir. Pada masa tersebut bayi banyak menghabiskan waktu dengan posisi terlentang. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus tersebut bisa membuat kepala bayi yang masih lunak berubah bentuk menjadi tidak simetris.

Selain itu, flat head syndrome bisa juga disebabkan kondisi torticollis yaitu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan bayi tidur dengan posisi kepala miring. Kondisi torticollis terjadi ketika bayi tidak mampu menengok sehingga posisi kepala cenderung berada di satu posisi yang sama dalam waktu yang lama.

Berbahayakah flat head syndrome pada bayi?

Pada umumnya flat head syndrome pada bayi tidaklah berbahaya. Sindrom ini juga tidak mengganggu tumbuh kembang otak si Kecil. Menurut Organisasi New Parent Support, flat head syndrome terjadi pada 1 di antara 5 bayi yang lahir. Seiring dengan berjalannya waktu, kepala bayi akan kembali bulat meski tidak diberi perawatan khusus.

Meski demikian, orang tua harus selalu waspada dan mengecek apakah kondisi tersebut terjadi akibat kelainan tulang pada tengkorak bayi maupun torticollis. Flat head syndrome yang tidak ditangani bisa menyebabkan craniosynostosis yakni kondisi ketika ubun-ubun menutup lebih cepat. Akibatnya otak bayi tidak bisa berkembang dengan maksimal karena terhambat oleh tengkorak yang menyatu terlalu dini.

Mencegah dan Mengatasi Flat Head Syndrome

  • Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi flat head syndrome, diantaranya sebagai berikut:
  • Sesekali mengubah posisi bayi dengan posisi tummy time saat bermain.
  • Mengubah posisi bayi saat tidur. Misalnya sesekali posisikan menjadi tengkurap, miring kanan, atau miring kiri. Biasakan bayi tidak tertidur dalam posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama.
  • Menggendong bayi dengan sisi lengan yang berbeda-beda saat menyusui.

Selain itu Moms juga bisa menggunakan bantal khusus anti kepala peyang. Biasanya bantal ini memiliki desain cekungan untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi. Jika Moms ingin memberi si Kecil bantal anti peyang, pilihlah bantal yang breathable dengan bahan cotton spandex agar si Kecil bisa tetap merasa nyaman saat tidur. Selain itu, jangan lupa untuk memilih ukuran bantal yang pas untuk si Kecil ya, Moms.

Jika kondisi kepala peyang si Kecil terlihat parah, jangan ragu untuk membawanya ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah si Kecil butuh penanganan khusus seperti fisioterapi maupun cranial orthotic therapy (penggunaan helm atau ikat kepala) untuk memperbaiki bentuk kepala bayi. Dengan melakukan pemeriksaan lebih dini, penanganan kepala peyang pun bisa lebih cepat.

Itulah sekilas mengenai flat head, penyebab, bahaya, serta bagaimana mencegah dan mengatasinya. Yuk, share pengalaman Moms di kolom komentar1

Referensi: New Parent Support Organization, Kids Health, Klik Dokter