Apa Itu Imunisasi MMR?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti apa bentuk vaksin MMR?
Vaksin MMR ini tersedia dalam bentuk yang kering, namun ketika akan diberikan kepada para balita jenis vaksin kering ini harus dilarutkan terlebih dahulu serta harus digunakan dalam kurun waktu satu jam. Vaksin MMR sendiri merupakan salah satu bentuk vaksin kombinasi yang memang berisikan sejumlah vaksin hidup yang sudah dilemahkan guna mencegah beberapa jenis penyakit tertentu, seperti campak, gondong dan penyakit rubella yang berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak diatasi dengan tepat.
Seberapa efektifkah pemberiannya vaksin MMR?
Umumnya jenis vaksin ini diberikan dalam bentuk dosisi tunggal, yaitu sekitar 0,5 mL, dan cara pemberiannya pun bisa diberikan secara oral, tetes atau bahkan bisa diberikan melalui cara suntikkan. Vaksin jenis MMR ini sangatlah efektif, presentasenya hingga mencapai 90%. Mom, vaksin ini memang terlihat biasa saja, namun jika Si Kecil tidak diberikan vaksin jenis ini, maka kemungkinan besar ia bisa dengan mudah terserang sejumlah penyakit berbahaya bahkan bisa mengancam nyawanya. Jadi ada baiknya jika Anda memberikan vaksin MMR kepada Si Kecil sesuai jadwalnya yang tepat.
Siapa saja yang harus mendapatkan vaksin MMR?
Berdasarkan hasil rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jenis vaksin MMR ini penting untuk diberikan kepada anak-anak ketika mereka berusia 12-18 bulan, atau bisa diberikan juga di usia 15 bulan jika buah hati Anda sudah memperoleh imunisasi jenis campak di usia 9 bulan. Imunisasi ini tetap harus diberikan kepada Si Kecil walaupun mereka sudah memperoleh imunisasi campak sebelumnya. Jenis vaksin MMR ini akan diulangi pemberiannya ketika anak berusia 7 tahun, yang mana disebut dengan vaksin booster.
Apa efek samping pemberian vaksin MMR?
Sama seperti jenis vaksin atau imunisasi yang lainnya, vaksin jenis MMR ini juga memiliki efek samping, namun masih dalam kondisi yang ringan. Efek samping yang biasanya dialami Si Kecil setelah mereka memperoleh vaksin jenis MMR adalah seperti demam yang ringan, munculnya warna merah di bagian tangan atau di bagian bekas suntukkan jika pemberian vaksin disuntikkan, dan diare. Umumnya kondisi ini akan dialami si kecil satu minggu setelah pemberian vaksin dengan kurun waktu sekitar 2 atau 3 hari, dan ketika Si Kecil mengalami hal-hal yang disebutkan di atas, umumnya Anda bisa mengatasi kondisi tersebut dengan sangat mudah.
Bukan hanya itu, vaksin MMR ini juga bisa menyebabkan gejala lainnya, di antaranya seperti kejang yang disertai demam, mengalami pembengkakan kelenjar parotis, Si Kecil yang merasakan nyeri di bagian sendi, terjadinya peradangan sendi, nyeri di bagian lengan atau tangan, serta mengalami trombositopeni.
Siapa saja yang tidak disarankan mendapatkan vaksin MMR?
Vaksin MMR memang penting diberikan kepada balita, namun jika Si Kecil mengalami kondisi yang tidak baik seperti alergi yang cukup berat terutama alergi telur ayam, sebaiknya Anda tidak memberikan jenis vaksin MMR atau bisa mengkonsultasikannya kepada dokter. Mengapa demikian? Karena salah satu komponen yang terdapat dalam vaksin MMR ini adalah dibiakkannya virus di dalam telur.
Bahkan jika dalam keadaan demam yang berat, difiensi imun, dan ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk memperoleh jenis vaksin MMR ini. Jika tetap diberikan dalam kondisi kesehatan yang buruk, maka kondisinya akan bertambah parah bukannya membaik.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
