Apa Itu IUFD atau Intrauterine Fetal Death?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Itu IUFD atau Intrauterine Fetal Death?
Hallo moms, saya akan sharing cerita kehamilan pertama saya yang gagal karena IUFD
Memasuki trimester ke 3 setiap ibu hamil disarankan untuk kontrol seminggu sekali untuk memastikan kesehatan janin dan si ibu nya sendiri. Dan di usia kehamilan 35weeks saya kontrol seperti biasa didampingi suami. Berat badan, tinggi fundus, HB semuanya normal dan bagus hasil nya. Namun pas di cek detak jantung tidak terdeteksi. Bidan langsung merujuk untuk USG saja untuk memastikan semua nya. Besok nya langsung USG, dan kata dokter ternyata iya Dede utun sudah meninggal (IUFD) malah sudah 2minggu meninggalnya dan harus dilahirkan segera. Intrauterine fetal Death atau IUFD adalah kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia 20 minggu.
Menurut dokter kemungkinan penyebab IUFD di kehamilan saya adalah Pengapuran Plasenta (plasenta tua). Gangguan pada plasenta yang tidak berfungsi dengan baik membuat penyaluran nutrisi penting yang dibutuhkan janin selama dalam kandungan, seperti aliran darah dan oksigen, menjadi terhambat dan berkurang. Akibatnya, dapat menyebabkan perkembangan janin terhambat berujung pada kematian janin di dalam kandungan (IUFD).
Pengapuran plasenta bisa disebabkan oleh reaksi terhadap obat obat tertentu. Dan saya ingat 2 Minggu sebelum ketahuan IUFD ini saya sakit batuk pilek demam dan diberi obat oleh bidan. Tapi wallohualam mungkin memang sudah takdirnya Dede utun diambil lagi oleh Allah. Untuk ibu hamil please jangan sembarangan minum obat ya.
