Apa Solusi Bagi Penderita Azoospermia?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cairan sperma yang tidak memiliki sel spermatozoa disebut dengan kondisi azoospermia atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan sperma kosong. Sperma dihasilkan dari testis pria. Jika terjadi hal seperti ini kemungkinannya bisa karena terhambatnya saluran spermatozoa atau adanya kelainan pada testis sehhingga tidak mampu memproduksi sperma dengan baik.
Penyebab Azoospermia
Riwayat testis yang terpuntir
Riwayat pernah melakukan oprasi pada daerah inguinal yang akan menyebabkan penyumbatan
Penggunaan homon testosteron
Riwayat bawaan seperti testis tidak berada pada kantung testis
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetahui apa penyebab terjadinya azoospermia. Karena ada operasi seperti operasi untuk kontrasepsi yang biasa disebut dengan vasektomi seringkali menjadi salah satu penyebab terjadinya obstruksi.
Dan bisa jadi juga disebabkan oleh penyakit infeksi, terutama infeksi penyakit menular yang akan menyebabkan penyumbatan pada saluran spermatozoa dan akan merusak pabrik spermatozoa.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Azoospermia
Lakukan juga serangkaian pemeriksaan fisik untuk melihat apakah adanya pemicu azoospermia disebabkan oleh varikokel (pelebaran pembuluh darah pada daerah testis), ukuran testis yang tidak normal (kemungkinan tidak adanya saluran spermatozoa), serta mencari tahu mengenai tanda-tanda yang memungkinkan terjadinya sumbatan.
Pemeriksaan selanjutnya yang sebaiknya diperhatikan adalah pemeriksaan tambahan pada hormon (FSH, LH dan testosteron) dan ada juga USG skrotum. Peningkatan hormon FSH yang disertai dengan penularan LH dan testosteron akan berarti menandakan adanya gangguan pada saat pembentukan spermatozoa yang berarti bukan diakibatkan oleh sumbatan.Dan dari pemeriksaan yang dilakukan dengan USG maka bisa ditemukan ada atau tidaknya saluran spermatozoa atau dapat diketahui juga ada tidaknya saluran spermatozoa, dan akan diketahui juga ukuran testis.Meskipun dengan hanya melakukan wawancara dengan pasien dan pasien menjelaskan gejala-gejala biasanya dokter sudah bisa mengetahui penyebab dari azoospermia Anda disebabkan oleh penyumbatan atau karena hal lain.Namun tentu saja diagnosis yang pasti akan dilakukan dengan menggunakan USG atau operasi untuk dapat melihat secara langsung mengenai penyebabnya.
Ada juga teknik penyedotan pada daerah epididimis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya spermatozoa. Selain itu cara untuk melihat adanya spermatozoa juga dilakukan dengan cara melakukan pembedahan mikro untuk mengambil jaringan testis.Dan jika Anda tetap menginginkan mendapatkan keturunan dengan cara yang normal maka dapat dilakukan dengan menggunakan metode operasi eksplorasi testis untuk dapat melihat ada atau tidaknya sumbatan.
Solusi untuk Penderita Azoospermia
Jika penyebabnya memang karena adanya sumbatan maka bisa diatasi dengan menyambung sumbatan tersebut. Dan jika Anda memiliki keterbatasan keuangan atau keterbatasan waktu. Anda cukup mengetahui ada atau tidaknya spermatozoa, maka akan dilanjutkan dengan melakukan pembekuan spermatozoa.
Solusi selanjutnya untuk pasangan yang ingin memiliki keturunan dan dengan kondisi pria yang menderita azoospermia maka solusinya adalah dengan menggunakan program bayi tabung. Namun jika ternyata pada testis Anda tidak terdapat spermatozoa sama sekali maka saat ini belum ada peralatan medis yang bisa mengatasinya dan kemungkinan Anda tidak bisa memiliki keturunan.
Pasien azoospermia karena varikokel sebaiknya melakukan operasi varikokel terlebih dahulu, karena biasanya setelah dilakukan operasi varikokel akan ditemukan sel spermatozoa dan Anda kembali memiliki kemungkinan untuk bisa mendapatkan keturunan dengan cara yang normal tanpa harus menggunakan program bayi tabung.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
