Konten dari Pengguna

Apakah Aman Memberi Kopi pada Bayi?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Aman Memberi Kopi pada Bayi?
zoom-in-whitePerbesar

Belum lama ini bayi saya mencicipi kopi untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi saat si kecil melihat opanya yang sedang menyeruput kopi. Seraya menyendokkan kopi ke dalam mulut bayi saya, kakek mengatakan si kecil sesekali perlu dikasih kopi untuk menghindari step atau kejang-kejang.

Saya yang kurang setuju dengan hal ini pun langsung memberi air putih kepada si kecil. Menurut saya kopi tentu tidak baik untuk kesehatan bayi.

Pernyataan kakek tentang kopi untuk bayi membuat saya heran dan bertanya-tanya. Tak ingin terjadi hal yang menakutkan kepada si kecil, saya pun langsung mencari apakah kopi bagus untuk bayi adalah fakta atau mitos.

Seperti yang kita ketahui, kopi merupakan minuman yang mengandung senyawa kafein. Kandungan ini dipercaya dapat membuat bayi tetap terjaga. Ternyata hal ini bukan mitos, Moms. Kopi hanya dapat diberikan pada bayi prematur yang lahir kurang dari 36 minggu. Sedangkan untuk bayi dengan lahir normal hal ini justru sangat amat merugikan kesehatannya.

Menurut Harvard Medical School, para dokter memberikan kafein sebagai stimulan pada pernapasan bayi yang lahir prematur. Kafein diyakini dapat mencegah apnea (kondisi di mana paru-paru berhenti bernapas selama beberapa detik). Selain itu, kafein dinilai dapat merangsang paru-paru untuk bekerja secara normal dikarenakan kondisi paru-paru pada bayi prematur belumlah 'matang' dengan sempurna. Meski begitu, kopi yang diberikan juga bukanlah sembarang kopi yang dijual dipasaran ya, Moms. Ada takaran tertentu untuk setiap usia dan kasusnya.

Ilustrasi memberi bayi obat. Foto: Shutterstock

Sebaliknya, pemberian kopi pada bayi dengan lahir normal tanpa ada indikasi apapun sangatlah berbahaya dan tidak dianjurkan. Bahkan satu sendok kopi yang terlalu sering si kecil konsumsi dapat menyebabkan gangguan pada jantungnya. Alih-alih memberinya kopi agar kejangnya berhenti, justru hal ini sangat membahayakan si kecil.

Kejang yang dialami beberapa bayi terkadang tidak hanya tubuhnya yang bergetar. Ada pula yang diam kaku mematung dan hal ini tentu berbahaya apabila ada sendok yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Sendok tersebut dapat melukai rongga gusi mulut nya, bahkan kopi yang diminumkan justru akan membuat si kecil tersedak. Pasalnya, karena saat orang mengalami kejang, kontrol pada dirinya akan melemah dan aliran kopi tersebut tidak akan mengalir ke lambung untuk dicerna, melainkan pada paru-parunya.

Kejang sendiri merupakan gangguan sinyal listrik pada otak dan otot yang akhirnya membuat tubuh menjadi kejang-kejang tanpa dapat di kontrol. Kejang biasa terjadi diawali dengan demam tinggi. Suhu tubuh yang normal pada bayi yaitu 36,5 sampai 37,5 derajat celcius. Apabila suhu tersebut sudah melebihi batas normal Moms wajib mewaspadainya.

Efek buruk yang akan si kecil rasakan jika meminum kopi ialah:

1. Gangguan pada pencernaan nya

2. Detak jantung yang meningkat

3. Sakit kepala

4. Lebih rewel karena Kesulitan untuk tertidur

5. Naiknya tekanan darah si Kecil

Hal yang perlu Moms lakukan saat anak demam sebelum terjadi kejang ialah:

1. Mengompres hangat si kecil di dahi, ketiak, dan lipatan paha

2. Cek suhu tubuh si kecil dengan termometer secara berkala

3. Berilah si kecil air mineral yang cukup

4. Gunakan obat penurun panas jika perlu. Namun apabila suhu tubuhnya tidak juga turun, segeralah bawa si kecil ke dokter agar mendapat perawatan intensif. Apabila kejang terlalu lama terjadi, maka dikhawatirkan dapat menyerang sel-sel otaknya. Jadi ketimbang memberi kopi yang tidak ada fungsinya, lebih baik segera membawa si kecil ke dokter. Diharapkan dokter akan memberikan obat penurun panas dan anti kejang yang sesuai takaran dan usia si kecil sebagai pertolongan pertama. Bukan malah memberi kopi.

Ilustrasi kopi Foto: Shutter Stock