Apakah HIV Menyebabkan Diare?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

HIV membahayakan sistem kekebalan dan dapat mengakibatkan infeksi oportunistik yang menimbulkan banyak gejala. Ketika tertular virus HIV kemungkinan akan mengalami berbagai gejala, seperti diare. Diare juga dapat terjadi ketika kita sedang melakukan pengobatan HIV.
Diare merupakan salah satu komplikasi HIV yang paling umum, cirinya adalah tinja yang dikeluarkan berupa cairan, ini juga bisa berlangsung semakin parah. Bagi mereka yang hidup dengan HIV, mengidentifikasi penyebab diare dapat membantu menentukan perawatan yang tepat untuk jangka panjang dan kualitas hidup yang lebih baik.
Penyebab Diare pada HIV
Diare pada HIV memiliki banyak kemungkinan penyebab. Ini bisa menjadi gejala awal HIV, juga dikenal sebagai infeksi HIV akut. Menurut Mayo Clinic, HIV menghasilkan gejala mirip flu, termasuk diare, dalam dua bulan penularan. Mereka dapat bertahan selama beberapa minggu.
Gejala Lain dari Infeksi HIV Akut
Demam atau Kedinginan
Mual
Keringat Malam
Nyeri Otot atau Nyeri Sendi
Sakit Kepala
Sakit Tenggorokan
Ruam
Kelenjar Getah Bening yang Membengkak
Meskipun gejala-gejala ini seperti flu musiman, perbedaannya adalah bahwa walaupun telah mengonsumsi obat, gejala ini masih terus berlangsung. Diare yang tidak diobati sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan dehidrasi atau komplikasi.
Penularan awal dari virus bukanlah satu-satunya penyebab diare dengan HIV. Ini juga merupakan efek samping mengonsumsi obat HIV (Antiretroviral). Selain diare, obat-obat ini dapat menyebabkan efek samping lain seperti mual atau sakit perut.
Obat antiretroviral membawa risiko diare, tetapi beberapa jenis antiretroviral lebih mungkin menyebabkan diare. Jenis dengan kemungkinan terbesar menyebabkan diare adalah protease inhibitor. Diare lebih sering dikaitkan dengan protease inhibitor yang lebih tua, seperti lopinavir atau ritonavir (Kaletra) dan fosamprenavir (Lexiva), diare yang lebih baru, seperti darunavir (Prezista) dan atazanavir (Reyataz).
Bagi Anda yang mengonsumsi antiretroviral dan mengalami diare yang berlangsung lama harus segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Masalah gastrointestinal (GI) terjadi di sistem pencernaan umum dialami pada orang yang terserang HIV. Diare adalah gejala GI yang paling umum, menurut Pusat Medis Universitas California, San Francisco (UCSF). Masalah GI terkait HIV yang dapat menyebabkan diare adalah infeksi usus, pertumbuhan bakteri berlebihan, dan Enteropati HIV
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
