Konten dari Pengguna

Apakah Terlalu Banyak Berhubungan Seks Mempengaruhi Peluang Hamil?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Terlalu Banyak Berhubungan Seks Mempengaruhi Peluang Hamil?
zoom-in-whitePerbesar

Ternyata berhubungan intim dengan pasangan sesering mungkin tidak mempengaruhi peluang kehamilan loh Moms. Spesialis kesuburan Sherman Silber mendapati banyak pasangan yang percaya bahwa mereka harus menyimpan ejakulasi pria sampai saat pasangan mereka berovulasi agar dapat hamil. Anggapan ini tidak benar. Bahkan, beberapa pasangan menjadi begitu terobsesi dengan waktu bercinta saat ovulasi sehingga mereka benar-benar melukai peluang untuk hamil. Terlalu berpikir banyak tentang waktu yang tepat untuk berhubungan seksual dapat merusak siklus Moms dan pernikahan Moms!

“Harus melakukan lebih sedikit hubungan seks untuk hamil” adalah sebuah mitos. Semua bukti penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak Moms berhubungan seks dengan pasangan, semakin baik peluang Moms untuk hamil. Bahkan, jika Moms berhubungan seks beberapa kali sehari.

Faktanya, berhubungan seks seringkali memastikan bahwa sperma dalam ejakulasi pria sama sehatnya dengan yang seharusnya. Menyimpan sperma dapat mengurangi motilitasnya. Jadi, jangan tergoda untuk menunda hubungan intim sampai Moms berovulasi dan jangan berpantang lebih dari 7 hari berturut-turut.

Apa yang terjadi ketika sepasang suami istri jarang melakukan hubungan seks?

Sperma yang disimpan dalam tubuh terlalu lama akan mengalami kerusakan pada DNA. Sperma dalam tubuh terlalu sensitif terhadap panas dan paparan. Ketika sperma dikeluarkan setelah waktu yang lama, mobilitas mereka dipengaruhi oleh panas dan radiasi. Akibatnya, sperma yang dikeluarkan akan memiliki bentuk yang tidak normal, rendah jumlah, dan memiliki mobilitas rendah yang bersama-sama berkontribusi pada infertilitas pria.

Walaupun benar bahwa kepadatan sperma di setiap ejakulasi berkurang dengan seringnya orgasme, yang paling penting adalah bahwa ada beberapa sperma di saluran tuba wanita selama masa ovulasi. Ini bukan berarti bahwa Moms harus melakukan atau perlu berhubungan seks setiap hari ketika mencoba kehamilan. 2 atau 3 kali seminggu sebagai frekuensi berhubungan seks tidak menjadi masalah.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist