Konten dari Pengguna

ASI Booster Penyelamatku Saat ASI Seret

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ASI Booster Penyelamatku Saat ASI Seret

ASI Booster Penyelamatku Saat ASI Seret
zoom-in-whitePerbesar

Saya ibu dari 2 orang anak, usia anak pertama 28 bulan dan anak kedua berusia 5 bulan.

Sejak awal menyusui, mulai dari anak pertama ASI saya cukup melimpah, saya mengASIhi dengan direct breasfeeding, jadi untuk takaran saya tidak mengukur dan tidak menyimpan ASI dalam kulkas. Saat ini saya hanya menyusui anak kedua saya karena anak pertama sudah disapih.

Saya hanya memompa jika payudara sudah mengeras dan penuh saja. Tentu saja sebagai seorang ibu menyusui tentu saja ingin selalu menyediakan ASI yang melimpah untuk buah hati saya. Namun ketika si adek berusia 3 bulan ASI saya tiba tiba turun drastis dan si adek pun kurang naik berat badannya karena pasokan ASI saya bermasalah. Dan iya sebab utamanya saya terlalu stress karena sedang mengalami sakit gigi bungsu saya dan mengharuskan mengkonsumsi obat. Bagaimana tidak, saya sangat sedih sekali, terlebih melihat timbangan berat badan si kecil tidak naik di bulan berikutnya. Tentu saja saya langsung menggunakan ASI Booster agar kuantitas ASI meningkat kembali.

Dan ternyata setelah saya mencari berbagai informasi, ada beberapa faktor nih yang menjadi penyebab-penyebab ASI menjadi seret:

1. Jarang menyusui langsung

Tidak akan ada pompa ASI terbaik selain isapan dari mulut si bayi. Itulah sebabnya diperlukan menyusui secara langsung.

2. Tidak rutin memompa payudara

Ketika tidak sedang bersama si kecil usahakanlah untuk tetap memompa ASI. Memompa dengan tidak rutin dapat menyebabkan frekuensi ASI menurun sedikit demi sedikit. Buatlah jadwal untuk memompa ASI misalnya tiap habis menyusui.

3. Tidak memijat payudara sebelum memerah ASI

Memijat payudara sebelum menyusui atau memompa sangat disarankan lo moms. Menurut konselor laktasi sangat penting melakukan pemijatan ini untuk melancarkan keluarnya ASI dari payudara, bisa juga dicoba teknik marmet atau mengeluarkan ASI tanpa bantuan alat pompa ASI atau memerah dengan menggunakan tangan langsung. Hal ini dapat meningkatkan jumlah ASI yang dikeluarkan.

4. Tidak menjaga asupan makanan

Pola makan ibu juga sangat berpengaruh terhadap kuantitas ASI. Jangan lupa untuk selalu memenuhi asupan cairan dan gizi seimbang untuk kecukupan ASI.

5. Tidak cocok dengan pompa ASI yang digunakan

Tanpa kita sadari ternyata pompa ASI bisa menyebabkan ASI seret loh moms, pompa ASI yang telah rusak bisa menjadi salah satu pemicunya. Atau corong yang tidak pas membuat tidak nyaman saat proses memompa. Menggunakan corong yang tidak pas menyebabkan proses memompa tidak maksimal, seperti puting sakit atau jaringan payudara rusak.

Nah beruntungnya saya dan suami juga sepaham agar memberikan ASI kepada si kecil tidak malah menyetopnya. Beberapa kali saya berkonsultasi dengan ahli laktasi dan disarankan agar saya mengkonsumsi booster ASI. Kemudian saya mencoba dan ternyata memang ASI saya mulai meningkat dari satu kali pumping di satu payudara biasanya saya hanya dapat 50-60 ml saja sekarang bisa 80-100ml, awalnya saya sempat ragu karena waktu anak pertama saya tidak menggunakan ASI booster sama sekali.

Dan memang karena situasinya berbeda, karena saya sedang sakit seperti ini, tidak jarang juga mengalami kambuh sakit luar biasa pada malam hari. Segala macam ASI booster saya konsumsi. ASI booster yang paling terkenal dalam budaya kita yaitu daun katuk. Terdapat juga beberapa tanaman herbal lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, antara lain, fennel, blessed thistle, fenugreek.

Jadi buat saya yang dulunya kekeh tidak menggunakan booster ASI, saat ini malah justru senang dan mendapatkan berbagai manfaatnya.

Berikut manfaat booster ASI yang saya konsumsi:

- Dapat meningkatkan kuantitas ASI

Inilah tujuan utama booster ASI, yaitu bisa meningkatnya jumlah ASI kita setelah mengkonsumsinya. Tentu saja saya sangat memperhatikan bahan yang digunakan, karena kita tidak mau kan sampai ada efek sampingnya setelah mengkonsumsi ini. Bahan yang digunakan tentu saja alami, tidak ada bahan campuran kimia.

- Dapat menjaga keseimbangan hormon

Setelah melahirkan tentu saja hormon pada tubuh kita belum stabil. Hormon ini mempengaruhi sistem produksi ASI pada payudara. Tentu dengan penggunaan booster ASI ini, saya merasakan nyaman dan tentu saja perlahan mengembalikan hormon menjadi lebih seimbang.

- Melancarkan saluran ASI

ASI booster juga dapat membuat jaringan payudara yang tersumbat bisa normal kembali. Sehingga aliran ASI menjadi lancar.

- Memenuhi gizi ibu menyusui

Beberapa booster ASI yang saya konsumsi ini ternyata mengandung beberapa senyawa antioksidan untuk menjaga kekebalan tubuh saya sehingga gizi terpenuhi dan saya jarang sekali sakit apalagi di musim pancaroba seperti sekarang ini.

- Dapat mengatasi stress akibat ASI menurun drastis

Booster ASI ternyata juga dapat memperbaiki mood saya. Menyeimbangkan emosi sehingga hormon produksi ASI meningkat.

Buat saya saat ini mengkonsumsi Booster ASI merupakan suatu keharusan, karena sudah saya dapatkan manfaatnya. Jika moms sekalian bingung perihal menyusui termasuk ASI terasa kurang banyak, harus mengkonsumsi booster ASI atau tidak ada baiknya moms segera berkonsultasi dengan praktisi laktasi, karena ahli laktasi ini dapat memberikan bantuan informasi apakah ASI kita rendah sekali produksinya, sehingga ahli laktasi dapat segera mencarikan alternatif solusi untuk kita.