Konten dari Pengguna

Baby Blues Membuatku Mengerti Menjadi Ibu Itu Tidak Mudah

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baby Blues Membuatku Mengerti Menjadi Ibu Itu Tidak Mudah

Yuk support ibu-ibu baru lainnya agar meminimalisir terjadinya baby blues. Karena menjadi ibu baru itu tidak mudah. Begitupun dengan saya.

Seminggu pasca melahirkan, badan saya masih dalam masa pemulihan pasca persalinan normal, saat itu saya mendapat 24 jahitan. Kala itu saya masih sangat hati-hati untuk bergerak.

Anak saya terus menangis, sedangkan tidak ada orang lain yang membantu selain suami. Suami saya memberikan bayi saya ke pelukan, ia tetap saja menangis mungkin karena ASI saya sedikit juga.

Hal itu berkelanjutan hingga beberapa malam. Puncaknya saya marah tak terkendali kepada anak saya, saya mencubitnya hingga menangis kencang. Saat itu suami saya menenangkan, pada saat yang sama saya langsung menangis menyesali apa yang telah saya perbuat.

Keesokan harinya saya baru mengerti bahwa saya terkena baby blues. Ternyata menjadi ibu itu tidak mudah. Banyak sekali yang perlu di korbankan. Memang saya sangat kurang tidur, disisi lain ASI saya pun sedikit dan yang membantu keseharian saya hanya suami yang belum begitu paham tentang cara mengurus bayi.

Penyesalan selalu menghantui hingga saya tidak mau mengurus bayi saya karena takut saya marahi dan saya cubit lagi. Namun hal itu salah, suami saya memberi pengertian. Disamping itu hal-hal kecil ternyata sangat berpengaruh meringankan baby blues yang saya alami.

Berikut cara saya mengatasinya:

- Jangan sungkan meminta bantuan

Saya mulai mengerti bahwa sungkan hanya membuat saya kesulitan jadi saya hilangkan perasaan tidak enak untuk minta bantuan pada keluarga besar dalam mengurus bayi hingga saya sudah cukup pulih pasca persalinan.

- Jangan menyepelekan suami

Suami ternyata sebenarnya sangat ingin membantu, namun ia bingung harus mulai dari mana. Saya biasanya meminta bantuan untuk bergantian berjaga saat malam atau sekadar membereskan rumah.

- Tidur yang cukup

Tidur/istirahat itu penting. Semalaman begadang karena bayi yang belum memiliki waktu tidur yang teratur, saya sempatkanlah untuk tidur di siang hari atau sore hari.

- Makan makanan kesukaan

Saya makan makanan kesukaan yang diperbolehkan oleh dokter sehingga mood lebih baik dan kuantitas ASI bisa lebih banyak.

- Relaksasi

Saya biasanya minta bantuan suami untuk memijat atau sekedar menyiapkan air hangat untuk mandi.

- Potong rambut bila perlu

Rambut yang panjang akan mudah gerah, dengan memotong rambut saya merasa lebih nyaman dalam mengurus bayi tanpa ribet oleh rambut panjang.

- Cari info seputar merawat bayi

Hal ini diperlukan agar saya lebih mengerti dan siap secara mental menyambut si bayi.

- Penerimaan

Saya adakan rasa penerimaan bahwa cepat atau lambat akan mengalami hal ini. Dan sifatnya tidak lama karena bayi akan tumbuh hingga dewasa. Jadi nikmati setiap momen yang ada tidak perlu pusing memikirkan hal-hal lain seperti rumah yang belum bersih. Moms bisa abaikan itu karena suamipun akan mengerti.

Hingga pada akhirnya saya berdamai dan mulai menerima keadaan sebagai ibu baru. Dan seiring berjalannya waktu akhirnya saya terbebas dari baby blues berkat support dari keluarga dan suami saya tentunya.